Kabut asap: Derita jambi

KABUT ASAP: DERITA KAMI  ==================== Tentu derita musiman ini terus kami nikmati setiap musimnya. Sebentar tadi s...


KABUT ASAP: DERITA KAMI 
====================

Tentu derita musiman ini terus kami nikmati setiap musimnya. Sebentar tadi saya duduk sambil menyeduh segelas kopi dengan seorang kawan yang susah untuk saya temui. Bercerita tentang banyak hal hinggalah tercetus pertanyaan. Bagaimana kondisi masyarakat di sana dengan kabut asapnya? 


Pertanyaan ini menggingatkan saya kembali pada tahun 2015 saat saya menggunjungi Kota London (Inggris). Di sepanjang kota saya menikmati musim dingin dengan orang-orang berpakaian jas--dinggin yang menarik. Di kota ini saya juga menggagumi seni bangunannya yang artistik nan indah. Namun, dibalik itu semua saya teringgat dengan kritikanya Stiglitz "bahwa yang mengacaukan dunia ini dalah para buncker" ekonomi adalah sasaran utama mereka. Bahkan Stiglitz mengatakan hanya 1% saja manusia yang menguasai ekonomi dunia. 

Tentu di Indonesia juga terjadi hal yang serupa bahwa ekonomi Indonesia hanya dikuasai oleh 1% konglomerat atau elit saja. Apa kaitanya dengan bencana asap tersebut? 

Saya memandang ini sebagai tragedi periodenisasi yaitu; 

1. Paska pergantian presiden yang di awali presiden SBY tahun 2009, kabut asap muncul kepermukaan. Entah apa maksud dari ini semua. 
2. Saat pergantian dari SBY ke Jokowi 2014, kabut asap kembali terjadi. Tetapi pak Jokowi bertindak cepat, tiga hari kemudian langsung mendatangi lokasi kejadian. Asap pun hilang. 
3. Kini 2019, kembali lagi terjadi, namun tidak ada tindakan cepat. 

Apakah ini semua memiliki korelasi dengan para kaum kapitalisme? 

Elit tentunya memiliki peran penting dibelakang kesuksesan Jokowi. Masyarakat tentu inggat isu "9 Naga" konglo penguasa ekonomi Indonesia yang berada dibelakang Jokowi. Tentu lahan gambut selembut kue politik. Di mana, lahan ini dibakar untuk tanaman Sawit yang tidak memakan biaya besar. 

Namun, tindakan ini adalah derita bagi kami yang menghirup polusi udara. Pak Jokowi dengan merapak sembah, kami mengharapkan tindakan nyata anda menyelesaikan persoalan ini hingga ke akarnya. Meskipun persoalan ini tidak menjadi isu strategis tapi ianya menjadi bencana kemanusian buat kami. 

Bak pepatah melayu "arang habis, besi binasa."

Dori Efendi,P.hD (direktur Gentala analisis dan riset)
Name

Grafis,2,Headline,507,jejak,6,Kolom,80,Terkini,484,Tokoh,5,Video,26,Wirausaha,4,Wisata,6,
ltr
item
Gentala Jambi: Kabut asap: Derita jambi
Kabut asap: Derita jambi
https://1.bp.blogspot.com/-j7ihUn8DNTU/XXzRoyIILbI/AAAAAAAAAO0/w6ZG-JQGN8kNBxyFtfCfIgEWYoD1zVuvgCLcBGAsYHQ/s400/3437F1CC-A205-4C20-BAF4-2D96B0486904.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-j7ihUn8DNTU/XXzRoyIILbI/AAAAAAAAAO0/w6ZG-JQGN8kNBxyFtfCfIgEWYoD1zVuvgCLcBGAsYHQ/s72-c/3437F1CC-A205-4C20-BAF4-2D96B0486904.jpeg
Gentala Jambi
https://www.gentala.id/2019/09/kabut-asap-derita-jambi.html
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/2019/09/kabut-asap-derita-jambi.html
true
8731269479639335939
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy