Dinasti Politik : Memperpanjang Tradisi atau Mulai memangkas sejak hari ini

Oleh : Nanda Pratama Di Indonesia, Pemerintah sempat mengatur pencegahan berdirinya dinasti politik melalui Undang-undang Pemilihan K...

Oleh : Nanda Pratama
Di Indonesia, Pemerintah sempat mengatur pencegahan berdirinya dinasti politik melalui Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah, yaitu Undang-undang Nomor 8 Tahun 2015 Pasal 7 huruf r yang menyatakan, seseorang yang mempunyai hubungan darah atau ikatan perkawinan dengan petahana tidak boleh maju menjadi kepala daerah kecuali telah melewati jeda 1 (satu) kali masa jabatan atau lima tahun.

Namun, ketentuan yang mengatur soal mencegah berkembangnya dinasti politik tersebut kemudian dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi. Inilah yang akhirnya dimanfaatkan oleh para kepala daerah untuk berlomba-lomba menyiapkan keluarganya sebagai pengganti dan mempertahankan dinastinya tetap berkuasa.

Belakangan ini setelah Puan Maharani dinobatkan sebagai Ketua DPR periode 2019-2024, kini beredar kabar bahwa Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution akan nyalon dalam pilkada 2020. Dalam tradisi politik, anak presiden maupun yang memiliki hubungan dengan penguasa menjadi elit politik dianggap biasa saja. Padahal demokrasi kita bisa terusik apabila politik dinasti dianggap biasa saja.

Persoalan ikut-mengikuti jejak kerabat dan sanak saudara dalam dunia politik di Indonesia memang bukan hal baru dan tampaknya belum akan mereda.

Jejak anggota keluarga ke dalam kancah politik memang bukan hal asing, baik di Indonesia maupun luar negeri. Sebelum era reformasi Soeharto sempat menunjuk putrinya yaitu Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) menjadi menteri sosial. Setelah reformasi, sejumlah nama keluarga pun muncul di berbagai daerah, membentuk klan-klan dimana orang yang masih memiliki hubungan kekerabatan meduduki berbagai posisi strategis baik di eksekutif maupun legislatif.

Ada yang berpendapat tidak masalah, selama mereka tidak korupsi, adil dan bisa memegang amanah, demikian yang muncul dalam benak pikiran. Namun apakah benar sebegitu mudah? 

sampai saat ini kita bisa menyaksikan dengan seksama bahwa praktik dinasti justru semakin menyubur dan mentradisi bukan di tingkat pusat saja, tetapi kali ini di tingkat daerah maupun lokal.
Di beberapa daerah lingkaran kekuasaan seringkali melahirkan pula lingkaran korupsi dan praktik nepotisme. Selain itu, politik dinasti juga akan memperbesar munculnya kepala daerah-kepala daerah yang tidak berkompeten.

Politik dinasti harusnya dapat diredam melalui peran partai politik, karena peran penting dari perekrutan sampai jatuhnya dukungan berada pada partai. jika hal ini sampai membudaya maka politik dinasti tidak lain akan meng oligarki di tubuh partai politik sehingga akan ada dinasti di dalam suatu partai.

Melalui sistem seleksi yang ketat dan berorientasi pada kualitas bakal calon harus ditekankan pada setiap partai politik yang ikut berkonstelasi. Mayoritas Partai politik merekrut serta menjatuhkan dukungan kepada calon kepala daerah sering terperangkap kepada elektabilitas serta popularitas semata tanpa berdasarkan visi, misi dan gagasannya untuk perubahan dan kemajuan.

Adapun dampak-dampak dari dinasti politik yang paling sering kita temui di antaranya :

Pertama, politik dinasti akan menghambat fungsi ideal partai poitik. Calon yang dilipih bukan calon yang telah terseleksi dan melalui proses kaderisasi, melainkan hanya berdasarkan popularitas dan kekerabatan dengan petahana.

Kedua, tertutupnya kesempatan bagi masyarakat yang memiliki kapasitas dan keunggulan untuk tampil sebagai pemimpin karena bukan berasal dari lingkaran elite kekuasaan. Jika hal ini terjadi, akan muncul potensi terjadinya negosiasi dan konspirasi kepentingan dalam pelaksanaan tugas pemerintah.

Ketiga, Melemahnya fungsi kontrol dan semakin tingginya potensi korupsi, kolusi dan nepotisme. Politik dinasti, dapat membuat orang yang tidak berkompeten menduduki suatu jabatan, dan juga sebaliknya, menghalangi seseorang yang berkompeten untuk tampil menjadi abdi masyarakat.

Ditulis oleh Nanda Pratama Sekretaris umum DPD IMM Provinsi Jambi
Name

Grafis,2,Headline,485,jejak,6,Kolom,77,Terkini,462,Tokoh,5,Video,26,Wirausaha,4,Wisata,6,
ltr
item
Gentala Jambi: Dinasti Politik : Memperpanjang Tradisi atau Mulai memangkas sejak hari ini
Dinasti Politik : Memperpanjang Tradisi atau Mulai memangkas sejak hari ini
https://1.bp.blogspot.com/-xTTCD4XvzEI/XfTS3jqGbFI/AAAAAAAABCU/p1OReCAlj2YGVyyzXZB9JGLBT0fKyCSnQCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20191214-WA0005.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-xTTCD4XvzEI/XfTS3jqGbFI/AAAAAAAABCU/p1OReCAlj2YGVyyzXZB9JGLBT0fKyCSnQCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20191214-WA0005.jpg
Gentala Jambi
https://www.gentala.id/2019/12/dinasti-politik-memperpanjang-tradisi.html
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/2019/12/dinasti-politik-memperpanjang-tradisi.html
true
8731269479639335939
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy