MEMBINCANG TANTANGAN POLITIK LOKAL KEDEPAN

Oleh : Hatta Abdi Muhammad Tidak terasa penghujung tahun 2019 usai. Tandanya bahwa tahun 2020 dengan perhelatan Pemilihan Kepala Daer...

Oleh : Hatta Abdi Muhammad
Tidak terasa penghujung tahun 2019 usai. Tandanya bahwa tahun 2020 dengan perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak akan tiba. Pilkada Serentak Tahun 2020 mendatang merupakan tahapan ke-4 (empat) dalam periodesasi perhelatan Pilkada Serentak dengan format baru yang telah dimulai pada tahun 2015 silam dengan terdapat 270 daerah pemilihan. Pasca pemilihan umum presiden dan wakil presiden serta pemilihan legislatif 2019 silam, proses pilkada serentak 2020 merupakan tantangan dan ujian terhadap proses demokratisasi bangsa Indonesia.

Pemilu 2019 silam yang menghadirkan fenomena politik dengan menguatnya isu identitas dan tajamnya polarisasi di tengah masyarakat, dapat dipastikan bahwa Pilkada Serentak 2020 merupakan ujian lebih jauh bukan hanya memastikan inklusifitas masyarakat membaik namun juga bagian dari dinamika politik menuju perhelatan Pemilu Nasional Tahun 2024 dan pilkada serentak secara nasional tahun 2027. Artinya adalah dinamika konsolidasi demokrasi dan legacy pembangunan yang telah dibangun lebih jauh harus mampu diintegrasikan pada sistem politik dan tatanan masyarakat sehingga dapat melahirkan proses demokratisasi yang mensejahterahkan.

Mendemokratisasikan Kesejahteraan

Di satu sisi, sebenarnya perjalanan demokratisasi Indonesia di era reformasi telah meraih sejumlah keberhasilan, seperti perbaikan dalam sistem politik dan pemerintahan, hadirnya institusi-institusi politik formal yang mencerminkan desentralisasi kekuasaan, pengakuan akan hak-hak politik yang lebih kuat dan kebebasan partisipasi masyarakat yang lebih luas untuk turut berperan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Namun disisi lain problem massifnya kasus korupsi dalam tata kelola pemerintahan, minimnya akuntabilitas pemerintahan serta problem terhadap isu-isu kesejahteraan di arus lokal masih dirasakan publik secara massif. Struktur oligarkis dalam tata kelola pemerintahan serta tumbuh suburnya aktor kuat daerah (local strongman) juga turut menghambat penetrasi kesejahteraan terhadap masyarakat menjadi catatan persoalan daerah yang masih dirasakan oleh publik. Perhelatan Pilkada serentak 2020 harus dapat dijadikan momentum bahwa negara bukan hanya sekedar hadir dan memastikan keberhasilan moment representasi demokrasi prosedural belaka, namun juga harus menjamin terpenuhinya kesejahteraan secara merata dan adil pada pemenuhan hak-hak ekonomi, sosial dan budaya politik yang beradab dalam struktur sistem pemrintahan desentralisasi. 

Dalam Indeks demokrasi yang disusun oleh The Economist Intelligence Unit (EIU) Tahun 2018, dengan memunculkan 5 variabel dalam mengukur proses demokrasi, yang mencakup (1) proses electoral dan pluralism, (2) keberfungsian pemerintahan (3) Partisipasi politik (4) kultur politik (5) kebebasan sipil, demokrasi Indonesia termasuk dalam kategori “demokrasi yang cacat” (flawed democracy) dengan berada pada posisi dibawah negara Timor Leste, Malaysia, Filipina. Sedangkan mengacu pada indeks demokrasi Indonesia (IDI) Tahun 2018 yang mengukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan 3 aspek komponen (kebebasan sipil, hak-hak politik, dan Lembaga demokrasi), secara implisit Indonesia berada dalam “kategori sedang” dengan menaruh perhatian pada persoalan kebebasan sipil dan Lembaga demokrasi. Dalam mekanisme pilkada serentak 2020, seyogyanya politik pemerintahan lokal adalah subjek yang kompleks karena terkait dengan praktik politik banyak aktor dalam jumlah besar, banyak kepentingan, dan komitmen. Oleh karena itu, persoalan tersebut mengejewantahkan bahwa dinamika politik Indonesia masih rawan terdistorsi dengan berbagai macam persoalan publik sehingga menjadi catatan bersama dalam mekanisme keberlangsungan politik lokal. 

Maka, dengan menempatkan demokrasi dalam kerangka control popular dan persamaan politik dalam perhelatan Pilkada Serentak 2020 yang akan berlangsung, pengelolaan kesejahteraan arus lokal harus dipahami sebagai isu publik yang tunduk pada control popular dan persamaan politik tersebut. Artinya, pengelolaan kesejahteraan bukan semata persoalan manajerial yang menyangkut metode pengelolaan dan pendistribusian sumber-sumber daya, tetapi lebih jauh juga menyangkut persoalan politik yang memerlukan partisipasi masyarakat secara substanstif dalam keseluruhan proses pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan publik, termasuk juga mengontrol para pembuat keputusan tersebut (Beetham, 1999). Sehingga dengan demikian, integrasi pembangunan yang tengah berjalan, baik dari pembangunan pemerintahan pusat hingga ke daerah dapat dirasakan dengan baik. Lebih jauh, menjadi elemen penting bagi publik yang tidak hanya menunjukkan hak politik warga negara, namun juga sekaligus dapat menjadi penentu bekerjanya sistem demokrasi.

Refleksi Ke Depan

Pada hakikatnya Politik merupakan sebuah kemampuan mengelola kehidupan bersama seluruh komponen kepentingan baik masyarakat dan negara (pemerintah) dengan baik, santun, dan beradab menuju kualitas hidup yang lebih baik dengan menempatkan partisipasi publik sebagai role model pembangunan sehingga pengelolaan akses kesejahteraan dapat dirasakan bersama. Pilkada Serentak 2020 harus dijadikan momentum bahwa kehakekatan mekanisme demokrasi procedural sesungguhnya harus ditempatkan sebagai bagian dari keberlangsungan membangun orientasi pada kemampuan mengabdi pada kepentingan publik. Oleh karena itu maka kerja politik adalah kerja pengabdian, maka setiap orang yang telah memutuskan memilih politik sebagai jalan hidupnya, sesungguhnya ia sudah mengikhlaskan dirinya untuk hidup demi kepentingan hajat hidup orang banyak. Politik, termasuk didalamnya elit dan partai politik adalah aktor-aktor dan rumah pengabdian bagi seluruh orang yang rela mengistirahatkan nafsu pribadi, seperti penguasaan harta benda, agar dapat mengabdi secara total demi orang lain. 

Kedepan kontestasi Pilkada Serentak 2020, harus dimaknai sebagai tempat masyarakat bukan hanya sekedar belajar berdemokrasi yang beradab pasca menguatnya persoalan identitas dan polarisasi di tengah masyarakat, lebih jauh harus dimaknai sebagai bagian dari mewujudkan political equality yakni membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas politik di tingkat lokal sebagai bagian dari proses pembangunan daerah. Karena pada dasarnya demokrasi bukanlah suatu produk jadi yang tiba-tiba tercipta dengan sendirinya. Demokrasi menurut Diamond (1999) harus dipandang sebagai fenomena yang berkelanjutan. Oleh karena itu Pilkada Serentak 2020 ke depan merupakan upaya membangun masa depan demokrasi yang tiada henti. Elemen-elemen demokrasi harus diperkuat dan diarahkan menuju arah yang lebih baik. Lebih jauh, hal tersebut dalam rangka menguatkan kembali konsolidasi demokrasi di tengah menurunnya kualitas demokrasi di Indonesia pasca pemilu nasional silam, maka diperlukan komitmen yang tulus dari setiap elite politik serta pemangku kebijakan publik untuk memberikan pendidikan politik yang mencerdaskan.

Elite politik di daerah harus menjadi figur utama dalam berpolitik yang selayaknya memberikan contoh ketauladanan kepada masyarakat dalam menciptakan kualitas demokrasi yang lebih baik. Maka sudah seharusnya kita kembali pada hakekat politik yang sebenarnya. Peradaban dan kultur politik yang penuh dengan nilai-nilai kesantunan dan mengedepankan cita-cita luhur untuk terus mengedepankan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik harus terus dijaga. Akhirnya politik kemudian menjadi alat dan mekanisme yang nyata untuk mewujudkan kebijakan publik terhadap akses penyediaan pelayanan publik serta akses kesejahteraan yang dapat bermanfaat untuk kehidupan masyarakat.

Ditulis oleh : Hatta Abdi Muhammad ( Dosen Prodi Ilmu Politik Universitas Jambi )
Twitter : Hattaabdi04
Name

Grafis,2,Headline,474,jejak,6,Kolom,76,Terkini,451,Tokoh,5,Video,26,Wirausaha,4,Wisata,6,
ltr
item
Gentala Jambi: MEMBINCANG TANTANGAN POLITIK LOKAL KEDEPAN
MEMBINCANG TANTANGAN POLITIK LOKAL KEDEPAN
https://1.bp.blogspot.com/-DSCsnQXU3lQ/Xg7_p81XPOI/AAAAAAAABKc/0jgHdREVCvY-M9ZZXUio2NA-9l8UK24HQCLcBGAsYHQ/s1600/IMG_20200103_154440.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-DSCsnQXU3lQ/Xg7_p81XPOI/AAAAAAAABKc/0jgHdREVCvY-M9ZZXUio2NA-9l8UK24HQCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG_20200103_154440.jpg
Gentala Jambi
https://www.gentala.id/2020/01/membincang-tantangan-politik-lokal-kedepan.html
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/2020/01/membincang-tantangan-politik-lokal-kedepan.html
true
8731269479639335939
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy