Kriteria Calon Pemimpin Jambi : Politik Birokrasi Mode Klasik

Oleh :  Bayu Thomi Rizal Esensi politik yang ideal adalah perkataan yang halus, baik dan memberikan target politik untuk kesejahteraan...

OlehBayu Thomi Rizal
Esensi politik yang ideal adalah perkataan yang halus, baik dan memberikan target politik untuk kesejahteraan rakyat. Ideal secara umum yang kita ketahui adalah seorang pemimpin yang bisa memberikan kesejahteraan keberlansungan hidup bermasyarakat. Selain itu calon kepala daerah memiliki prilaku yang bersih dan bermoral. Ketika konteks dalam kekuasaan semata maka akan menghalalkan segala cara. 

Dikotomi antara politisi dan birokrasi, di banyak daerah berkembang, tampaknya sulit untuk direalisasikan kesejatiannya.  Ini karena politisi tidak hanya berperanan sebagai aktor pembuatan kebijakan, tetapi juga telah melakukan penetrasi terhadap gelanggang kerja birokrasi. Provinsi Jambi misalnya, campur tangan seperti ini tidak mungkin bisa dihindarkan apalagi dalam konteks pemilihan kepala daerah (Pilkada) seperti sekarang ini.  

Politisi tidak hanya bersaing dalam arena “kontrak sosial” tersebut, tetapi juga berkompetisi dalam gelanggang birokrasi.  Keterlibatan ini bisa dirasakan mulai dari menentukan struktur organisasi dan kelembagaan birokrasi, mempengaruhi tujuan, menetapkan strategi dan program hingga menolak atau menerima usulan anggaran. Selain itu, campur tangan politisi juga terjadi dalam proses rekruitmen dan penempatan kerja (terutama eselon tingkat atas) dalam struktur birokrasi pemerintahan. Lebih dari itu logika “bagi-bagi jabatan” setelah pemilihan umum baik di tingkat Nasional maupun lokal sepertinya menjadi “adat kabiasan” yang tidak bisa dipisahkan dalam setiap proses politik. 

Jika demikian halnya, maka konsep klasik birokrasi yang menyatakan bahwa wujud birokrasi yang netral menjadi tidak relevan.  Ini karena birokrasi telah menjadi sebuah medan persaingan kepentingan bagi para aktor politik. Celakanya, gelanggang ini semakin mendapat ruang yang sangat luas dalam pilkada langsung yang menyediakan peluang bagi tumbuh suburnya patronasi politik. Kesetiaan, pelayanan berpihak dan “upeti” menjadi alat tukar utama dalam konteks ini. Oleh sebab itu, tidak heran apabila preferensi politik para birokrat terhadap politisi menjadi hal yang sangat sensitif, karena ia bisa menjadi alat “pembunuh” bagi masa depan para birokrat.

Sampai saat ini sudah 14 Gubernur baik pejabat Gubernur, baik ditunjuk, dipilih oleh DPRD maupun dipilih secara langsung melalui Pilkada Langsung, dari beberapa sumber data Gubernur Jambi dipilih secara langsung melalui pasangan calon Gubernur dimulai dari pasangan pemenang Pemilihan Gubernur  yaitu tahun 2005-2010 yaitu Drs. H. Zulkifli Nurdin, MBA dan Drs. H. Antony Zeidra Abidin, dilanjutkan pada tahun 2010-2015  oleh pasangan Drs. H. Hasan Basri Agus, MM dan Drs. H. Fachrori Umar, M. Hum, selanjutnya dilanjutkan pada tahun 2016-2020 oleh pasangan  H. Zumi Zola Zulkifli, S.TP, MA  dan Drs. H. Fachrori Umar, M. Hum, karena ada persoalan kasus Pidana Korupsi dilanjutkan kepemimpinan Gubernur tahun 2018-2020 sebagai gubernur defenitif oleh Drs. H. Fachrori Umar, M.Hum. 

Sepanjang pergantian kepemimpinan pemerintahan Provinsi Jambi hingga saat ini kondisi politik masyarakatnya masih merasakan kekurangan pemimpin yang bisa mensejahterakan masyarakatnya. Salah satu masalah yang dialami Provinsi Jambi dalam dunia pendidikan adalah gagal dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri di Jambi. Hal ini terlihat pada beberapa industri di Jambi yang masih banyak menggunakan jasa sumber daya manusia dari daerah lain, sehingga putra daerah sendiri banyak yang mengadu nasib di daerah lain bahkan manjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Negara tetangga.

Bila politik untuk kesejahteraan rakyat, tentu itu akan memberikan dampak positif. Sebagian besar calon kepala daerah yang bertarung adalah kader dan lahir dari partai politik. Karena itulah penting bagi partai politik memberikan pendidikan politik yang membangun. Sebagai masyarakat Jambi sikap optimis dalam pertarungan politik di pilkada itu akan berlangsung baik. Pilkada di tahun 2020 ini tantangannya tentu banyak hal yang akan berpengaruh, dan dengan tingkat kedewasaan masyarakat dalam menyikapi perbedaan itu penting. Kita harapkan masyarakat juga mengiring agar parpol dan kandidat bisa menerapkan politik yang baik dan berkesan.

Bayu Thomi Rizal, M.Pd (Pengamat Politik Gentala)
Name

Grafis,2,Headline,485,jejak,6,Kolom,77,Terkini,462,Tokoh,5,Video,26,Wirausaha,4,Wisata,6,
ltr
item
Gentala Jambi: Kriteria Calon Pemimpin Jambi : Politik Birokrasi Mode Klasik
Kriteria Calon Pemimpin Jambi : Politik Birokrasi Mode Klasik
https://1.bp.blogspot.com/-bKgZc6EE5NE/Xk6EZ85oQkI/AAAAAAAABfE/ix1NmRZXvE03jhcqBunAiKrLtC7pDerkwCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20200220-WA0018.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-bKgZc6EE5NE/Xk6EZ85oQkI/AAAAAAAABfE/ix1NmRZXvE03jhcqBunAiKrLtC7pDerkwCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20200220-WA0018.jpg
Gentala Jambi
https://www.gentala.id/2020/02/kriteria-calon-pemimpin-jambi.html
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/2020/02/kriteria-calon-pemimpin-jambi.html
true
8731269479639335939
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy