MIRISNYA MINAT BACA GENERASI MUDA, BAGAIMANA PERAN MAHASISWA ?

MIRISNYA MINAT BACA GENERASI MUDA, BAGAIMANA PERAN MAHASISWA ? Oleh: Nandra Mailani Pesatnya arus perkembangan ilmu pengetahuan dan t...

MIRISNYA MINAT BACA GENERASI MUDA, BAGAIMANA PERAN MAHASISWA ?

Oleh: Nandra Mailani
Pesatnya arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan cepat merambat pada semua aspek kehidupan termasuk bidang pendidikan. Era revolusi indsutri 4.0 merupakan gerbang utama percepatan teknologi sehingga mengakibatkan semua menjadi serba digitalisasi. Memasuki era disrupsi ini pula dunia tidak hanya menuntut untuk melek teknologi, namun juga harus update terhadap infomasi sehingga, tidak terjadi krisis literasi khususnya pada bidang minat baca. Menurut Darmono (2001: 182) minat baca merupakan kecenderungan jiwa yang mendorong seseorang berbuat sesuatu terhadap membaca. maka tidak heran apabila minat baca mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa, karena penguasaan iptek hanya dapat diraih dengan minat baca yang tinggi.

Digitalisasi pada era milenial tampaknya menimbulkan berbagai macam tantangan salah satunya terhadap upaya peningkatan minat baca. Membaca memang seharusnya menjadi budaya bagi setiap orang dan setiap bangsa. Bangsa yang tidak mempunyai budaya baca adalah bangsa terbelakang. Melihat kondisi literasi Indonesia, saat ini berada di peringkat keenam terbawah dari 77 negara, didukung oleh sebuah fakta atau temuan dari Lembaga yang melakukan studi tentang hal tersebut. Programme for International Student Assesment (PISA) tahun 2018, yang melakukan studi tentang minat baca terhadap 77 negara. Dari hasil studi PISA tersebut, Indonesia menempati urutan ke-72 dari 77 negara dengan skor 371. Indonesia masih kalah dengan Malaysia, yang menempati urutan ke-56, dan bila dibandingkan dengan Korea jarak Indonesia semakin jauh, Korea menempati urutan ke-9 sedangkan China jauh menempati posisi pertama dalam hasil survey tersebut. Dalam datanya tercatat pula bahwa Indonesia di awal mengikuti tes PISA mendapatkan skor 371 dan mengalami peningkatan 382 di tahun 2003, lalu 393 (2006), 402 (2009), kemudian terus mengalami penurunan ke 396 (2012), 297 (2015) lalu berada di titik terendah yakni 371 di tahun 2018. United Nation Of Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO)  juga mengungkapkan bahwa kemampuan minat baca Indonesia hanya 0,0001% yang artinya dapat di ibaratkan. dari 1.000 orang Indonesia hanya 1 orang yang gemar membaca. Tentu ini sebuah fakta yang sangat miris dan memprihatinkan, akibatnya Indonesia mengalami potensi resiko yang sangat tinggi terhadap penyebaran konten negative seperti berita hoax, radikalisme dan intoleransi. Hingga sebuah survei memaparkan sebanyak 65% dari 132 juta pengguna internet di Indonesia percaya dengan kebenaran informasi di dunia maya tanpa cek dan ricek. Meskipun terlihat remeh, tapi justru itulah yang berdampak sangat fatal terhadap keutuhan negara dan kemajuan bangsa.

Tanpa kita sadari, minat baca juga menjadi salah satu kriteria untuk mengukur kualitas pendidikan di suatu negara. Fenomena Rendahnya tingkat Literasi di Indonesia, terkhusus pada minat baca dapat disebabkan oleh beberapa hal yakni; 1) faktor lingkungan keluarga dan sekitar yang kurang mendukung kebiasaan membaca, 2) rendahnya tingkat kesadaran dalam diri 3) model pembelajaran yang tergolong umum dan belum mewajibkan kegiatan membaca, 4) kurangnya wadah dan fasilitator, 5) penggunaan teknologi yang kurang bijaksana. Dimana dalam masalah ini generasi milenial cenderung untuk lebih menikmati hal lain yang lebih mengasyikan, seperti game, sosial media, musik, dan photografi dibanding dengan kegiatan membaca. Padahal sebenarnya kegiatan membaca itu tidak hanya dapat dilakukan di buku saja, namun juga dapat dilakukan melalui gadget/laptop dengan (teknologi e-book).

Joseph Brodsky pernah berkata, “There are worse crimes than burning books. One of them is not reading them.” Sadar akan buku merupakan sumber ilmu yang tak pernah kering sepanjang masa karena itu, buku tidak hanya berperan untuk memajukan suatu bangsa namun juga mampu meningkatkan kecerdasan, kreatifitas dan Critical thinking skills yang tentunya akan sangat diperlukan dalam menghadapi peluang dan tantangan di era digitalisasi seperti sekarang ini. Fenomena rendahnya minat baca yang terjadi dalam kurun beberapa tahun terakhir ini seharusnya mampu menjadi perhatian khusus bagi para mahasiswa. Dengan demikian, kita sebagai Mahasiswa seharusnya mampu menjadi pembawa perubahan yang besar terhadap bangsa ini.

Di mata umat dan masyarakat mahasiswa adalah agen perubahan sosial (agent of social change) karena mahasiswa selaku insan akademis dipandang memiliki kekuatan intelektual yang lebih, sehingga kepekaan dan nalar yang rasional diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan pendidikan dan sosial dimasyarakat. Akibatnya sebagai salah satu (agent of change) seorang mahasiswa sepatutnya menjadi kader pemberdayaan setelah perubahan yang berperan dalam pembangunan fisik dan non fisik, mahasiswa tidak hanya dituntut berperan sebagai pengamat dalam masalah ini, namun dituntut pula menjadi pelaku, karena sejatinya mahasiswa juga bagian dari masyarakat.

Sehingga adapun bentuk optimalisasi peran mahasiswa terhadap peningkatan minat baca yaitu; 1) Berperan sebagai wadah sekaligus fasilitator terhadap peningkatan literasi. 2) Sebagai mediator (knowledge sharing) yang berfokus pada peningkatan minat baca, diskusi, dan kaderisasi. 3) dan sebagai aktor penggerak sekaligus pendukung bagi generasi milenial. Oleh karena itu, melalui tulisan ini penulis berpendapat bahwa dengan terbentuknya sebuah komunitas pegiat literasi dapat menjadi salah satu inovasi yang diharapkan dapat menjawab tantangan dan peluang di era industri 4.0 serta menjadi solusi cepat tepat terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan terutama pada kemampuan minat baca, dengan cara menjadikan budaya membaca sebagai salah satu kewajiban bagi setiap orang kapanpun dan dimanapun.

Tidak hanya itu upaya-upaya Gerakan nyata seperti turun langsung kedalam lingkup pelajar/mahasiswa untuk memberikan pengarahan dan pemahaman, adanya agenda rutin ke perpustakaan sekitar dan menciptakan Rumah Baca sebagai bentuk pendukung dalam mewujudkan Generasi Literat. Dengan adanya gagasan ini penulis berharap dapat mengajak seluruh elemen masyarakat tidak terkecuali para mahasiswa untuk menjadi pelaku perubahan sekaligus bentuk pengabdian terhadap masyarakat. Penulis juga yakin gagasan ini akan menjadi alternatif yang efektif apabila elemen masyarakat dan pemerintah mampu memberikan dukungan serta kontribusi yang maksimal guna mewujudkan mutu kualitas pendidikan yang jauh lebih baik lagi.

Nandra Mailani (Mahasiswa Fisipol UNJA)
Name

Grafis,2,Headline,677,jejak,6,Kolom,99,Terkini,655,Tokoh,5,Video,26,Wirausaha,4,Wisata,6,
ltr
item
Gentala Jambi: MIRISNYA MINAT BACA GENERASI MUDA, BAGAIMANA PERAN MAHASISWA ?
MIRISNYA MINAT BACA GENERASI MUDA, BAGAIMANA PERAN MAHASISWA ?
https://1.bp.blogspot.com/-lr0QkkhPQaI/XlduyLRlODI/AAAAAAAABkg/ZX-hqtw5ahAkIKmeGAzWh75WEmdWVTSVgCLcBGAsYHQ/s1600/nandra.png
https://1.bp.blogspot.com/-lr0QkkhPQaI/XlduyLRlODI/AAAAAAAABkg/ZX-hqtw5ahAkIKmeGAzWh75WEmdWVTSVgCLcBGAsYHQ/s72-c/nandra.png
Gentala Jambi
https://www.gentala.id/2020/02/mirisnya-minat-baca-generasi-muda.html
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/2020/02/mirisnya-minat-baca-generasi-muda.html
true
8731269479639335939
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy