Akar-akar Ektrimisme Sosial-Keagamaan dalam Masyarakat Kristen dan Barat

AKAR-AKAR EKTRIMISME SOSIAL-KEAGAMAAN DALAM MASYARAKAT KRISTEN DAN BARAT Oleh: Pdt. Dr. Richard Daulay 1. AGAMA KRISTEN ADAL...

AKAR-AKAR EKTRIMISME SOSIAL-KEAGAMAAN
DALAM MASYARAKAT KRISTEN DAN BARAT

Oleh: Pdt. Dr. Richard Daulay

1. AGAMA KRISTEN ADALAH “AGAMA KASIH”

Inti pengajaran Yesus sebagaimana terdapat terdapat dalam Alkitab berpusat pada: kasih (love), yang manifestasinya adalah pengampunan. Yesus menegaskan bahwa inti dari semua hukum taurat dan kitab para nabi adalah kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia. Yesus sendiri dikenal sebagai “Raja Damai” (Prince of Peace). Yesus adalah anti kekerasan. Dalam Alkitab tidak ada cerita bahwa Yesus melakukan kekerasan, perang atau semacamnya untuk menyiarkan ajarannya. Alkitab mengajarkan untuk tidak melawan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kejahatan harus bisa dikalahkan dengan kebaikan. 

Salah satu pengajaran Yesus yang paling penting  tentang kasih, pengampunan dan mengalahkan kejahatan tanpa kekerasa adalah ungkapan Yesus:, “siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu” (Matius 5: 38). Konteks kata-kata ini adalah “perbudakan”, zaman itu.  Seorang tuan yang murka kepada seorang budaknya biasanya menampar pipi kanan sang budak. Menampar pipi kanan seorang “objek” pastilah dengan menggunakan belakang telapak tangan kanan. Bagi orang Yahudi, menampar seseorang dengan  belakang telapak tangan kanan adalah kekerasan dan penghinaan. Sebaliknya, menampar pipi kiri seseorang dengan telapak tangan kanan (lebih mudah dilakukan) adalah sebuah pengakuan akan kesetaraan. Biasanya bapak yang memarahi anaknya menampar pipi kiri anaknya dengan telapak tangan kanan. Ketika Yesus mengajarkan “kalau seseorang menampar pipi kananmu berilah pipi kirimu”, ia hendak mengatakan: jangan lawan (balas) tetapi juga jangan lari (pasrah), (Don’t fight and don’t flight). Berilah pipi kirimu artinya: Katakan kepada orang yang menghina dan merendahkan, itu bahwa anda setara dengan dia. Karena seorang tuan tidak akan mau menampar pipi kiri budaknya, sebab hal itu akan menyatakan bahwa budak itu seperti anaknya Itu adalah sebuah contoh melawan kekerasan tanpa kekerasan. Dari pengajaran di atas, kita melihat bahwa Yesus bukannya mengajarkan sikap “nonresistance” (tanpa perlawanan), tetapi “nonviolence” (tanpa kekerasan). Mahatma Ghandi (India), Nelson Mandella (Afrika Selatan), Martin Luther King Jr (Amerika) adalah contoh-contoh pejuang yang melawan kekerasan tanpa kekerasan, yang sangat diinspirasi ajaran Yesus.

Sikap inilah yang dipraktikkan orang Kristen mula-mula menghadapi penganiayaan yang dilakukan kaisar-kaisar Roma (Nero sampai Diocletianus, pada abad 1 sampai 3 AD). Tetapi sejarah gereja mencatat bahwa orang Kriste mula-mula itu “semakin dibabat, semakin merambat”. Dengan berkembangnya penganut agama Kristen di tengah penghambatan dan aniaya, maka Kaisar Konstantinus Agung mengeluarkan Edik Milano (313), yang mendeklarasikan bahwa agama Kristen menjadi agama resmi di seluruh kekaisaran Romawi, bahkan kaisar Theodosius (abad ke-4) memutuskan bahwa gama Kristen menjadi agama resmi di kekaisaran Romawi.

2. GEREJA “DIDUNIAWIKAN” SAMPAI GERAKAN REFORMASI

Tetapi, setelah agama Kristen berubah dari agama “illegal” menjadi agama “resmi” negara, agama Kristen berubah dari yang dianiaya, justru menjadi agama yang sering “menganiaya” aliran-aliran yang berbeda (bidat-bidat - heresy). Tetapi situasi hubungan gereja dan negara yang sedemikian justru membuat gereja diduniawikan. Setelah Gereja dijadikan gereja negara, gereja jatuh ke dalam kooptasi negara. Gereja menjadi “alat” bagi kekuasaan untuk tujuan politik. Kaisar menjadi “penguasa” dalam Gereja dan para pemimpin Gereja suka takluk kepada kaisar, karena para pejabat gereja sudah dijadikan sebagai pejabat negara sekaligus yang mendapatkan keuntungan duniawi. Dengan kata lain gereja sudah diduniawikan. Kaisar menjadi “kepala Gereja”.  Gereja diduniawikan. 
Dalam perjalanan sejarah, kemudian kekaisaran Romawi Timur (Konstantinopel) berpisah dengan Barat (Roma). Paus Roma diberi kekuasaan mutlak, baik gerejawi (agama) maupun negara (politik). Pada periode inilah terjadi Perang Salib antara Kristen dan Islam, atas perintah Paus Roma, utamanya dalam memperebutkan kota suci Yerusalem, termasuk juga memperluasa wilayah kekuasaan. Kekuasaan Paus yang mutlak ini kemudian diprotes oleh tokoh reformasi Martin Luther, dengan menempelkan 95 tesis yang berisi kritik dan koreksi kepada dogma gereja yang telah banyak menyimpang dari ajaran Alkitab. Puncak penyalahgunaan kekuasaan Paus yang menjadi pemicu reformasi adalah menjualan “surat pengampunan siksa”, untuk mendapatkan uang dalam rangka pembangunan Gereja Santo Petrus di Roma. 

Reformasi yang awalnya pecah di Jerman, dalam waktu singkat, sebagai akibat mulai berkembangnya percetakan, maka gaung reformasi dengan cepat bergulir  ke seluruh Eropa.  Gereja di Barat pecah antara pengikut reformasi (Protestan) dengan pengikut Katolik. Pihak Katolik kemudian mengadakan gerakan “kontra-Refromasi” untuk menghempang gerakan Protestanisme. Pada periode Reformasi dan pasca refromasi inilah muncul  berbagai konflik dan perang-perang di Eropa antara wilayah kerajaan yang beraliran protestan dengan kerajaan yang beraliran Katolik. Perang 30 tahun (1618-1648) perang saudara di Inggris (antara Anglikan dengan golongan Puritan), penganiayaan oleh negara terhadap kelompok Reformasi Radikal (kaum Anabaptis) yaitu golongan Protestan yang tidak mengakui adanya baptisan anak-anak, tetapi harus baptisan dewasa, sesudah manusia mampu menyatakan pengakuan imannya. Kelompok ini dianiaya oleh negara Jerman atas rekomendasi gereja Protestan. Kaum Puritan dan Anabaptis ini kemudian, banyak yang berimigrasi ke Amerika untuk memperoleh kebebasan beragama, dan merekalah kemudian yang mendirikan negara baru di Amerika dengan sistem pemerintahan demokrasi, yang sangat mengutamakan kebebasan dan hukum. Sementara di Spanyol dikenal dengan pusat Katolik dipraktikkan sistem penghukuman kepada mereka yang dianggap menyimpang dari ajaran Katolik yang dikenal dengan  “inkwisisi”, yaitu menyiksaan, dicambuk, dipasung, dicakar dengan binatang dll. Praktik ini di kalangan Katolik berlangsung 700 tahun (abad ke 13 sampai abad ke 18).

Ayat Alkitab yang sering disalahgunakan dalam melakukan berbagai praktik kekerasan biasanya adalah ungkapan Yesus yang mengatakan: “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” (Matius 10:34-39 TB).

Konteks ayat-ayat ini bukanlah perang, dan bukan ajakan untuk perang, melainkan ajakan untuk bersiap “memikul salib” dan menderita  sebagai akibat keputusan iman mengikut Yesus Kristus. Pedang di sini merupakan “symbol” dari pemisahan antara  anak dan rangtua, yang mungkin terjadi sebagai akibat berbeda iman dan keyakinan.

3. AKAR-AKAR FUNDAMENTALISME DAN EKSTRIMISME GEREJA DI AMERIKA

Bagaimanakah latar belakang lahirnya fundamentalisme dan ekstrimisme di Amerika? Sampai sebelum munculnya teori evolusi yang dikembangkan oleh ilmuan Inggris, Charles Robert Darwin (1809-1882), pada umumnya Gereja protestan di Amerika adalah Evangelikal (Injili), dalam arti masih menganut pandangan bahwa ilmu pengetahuan tidak bertentangan dengan Alkitab, termasuk cerita penciptaan bahwa Allah menciptakan langit, bumi dan segala isinya selama enam hari. 

Teori Darwin tentang evolutionism mengajarkan bahwa manusia tidak diciptakan pada hari Jumat (keenam) melalui proses sebagaimana dicatat dalam Alkitab, di mana Allah menciptakan manusia pertama dari debu tanah, dan diberi nama Adam dan Hawa. Tetapi menurut teori Darwin manusia berkembang melalui proses evolusi dari mahluk yang paling rendah (seperti kera) sampai kepada wujud yang sempurna sebagai manusia. Dunia juga tidak diciptakan dalam enam hari, seperti dicatat dalam kitab Kejadian dalam Alkitab Perjanjian Lama,  tetapi alam ini terjadi secara evolusi sampai bentuknya yang sekarang dan bahkan masih terus mengalami proses evolusi. Teori Darwin ini menggoncang iman Gereja protestan di Amerika dan memicu terjadinya perpecahan. Sebagian umat Kristen khususnya para teolog dan pemimpin gereja menerima teori evolusionisme Darwin.

Para pendeta dan teolog ini melakukan re-interpretasi Alkitab sesuai dengan perkembangan baru dalam dunia akademis. Mereka yang menerima pikiran-pikiran baru dalam berteologi ini disebut kelompok modernist dan atau liberal. Tetapi tidak semua Gereja dan para pemimpin gereja , teolog dan umat Kristen menerima teori evolusi itu. Mereka menentang keras ajaran itu dengan membentengi dirinya dengan berbagai argumen Alkitabiah. Mereka yang menentang teori evolusi berargumen bahwa Gereja harus loyal kepada “dasar-dasar iman Protestan, sebagaimana tertulis dalam Alkitab.

Untuk membentengi diri dari terpaan modernisme dan teori evolusionisme itu, maka para pemimpin gereja dari berbagai kelompok konservatif dan evangelikal  bersatu menerbitkan sebuah  buku berjudul  The Fundamentals: A Testimony to the Truth,  yang terbit tahun 1910. Buku ini merupakan bunga rampai berbagi tulisan  yang mempertahankan ortodoksi ajaran Gereja, antara lain: (a) bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang diinspirasikan yang tidak mengandung kesalahan; (b) bahwa Yesus Kristus adalah Allah dalam bentuk manusia, lahir dari seorang perawan, hidup tapa dosa, mati di kayu salib untuk keselamatan manusia, bangkit dari maut, naik ke sorga, dan akan datang kembali dalam kemuliaan; (c) bahwa dosa adalah nyata bukan khayalan; (d) bahwa keselamatan adalah anugerah Allah, bukan usaha manusia; (e) bahwa Gereja adalah lembaga Ilahi yang dibentuk untuk mengabarkan Injil.  Inilah awal munculnya gerakan fundamentalisme. Sejak saat ini istilah fundamentalis menjadi “predikat” bagi agama-agama dunia yang bersifat konservatif, karena memahami teks-teks kitab suci secara hurufiah. Dan, yang membuat istilah ini dikenakan juga kepada agama-agama lain di luar Kristen adalah media. 

Untuk memperkuat gerakan, tahun 1919 para pemimpin gerakan fundamentalisme ini mendirikan World Christian Fundamentals Assosiation (WCFA). Para pemimpin yang terkenal dari gerakan ini adalah William Riley, Clarence Dixon, John Straton, dl. Kelompok yang menentang teori evolusionism dan modernism, ini disebut juga kelompok creationism. Mereka mengambil sikap memisahkan diri dari Gereja termasuk dari kegiatan politik dan budaya, karena gereja dan politik dianggap sudah terkontaminasi dengan kekotoran dunia. Mereka mendirikan gerejanya sendiri dan juga lembaga-lembaga pendidikan: dasar sampai universitas. Salah seorang tokoh Fundamentalis ialah Bob Jones, yang mendirikan Universitas Bob Jones di Amerika dengan tetap berpegang kepada doktrin fundamentalis, antara lain menolak teori evolusi tadi. 

Berbagai kelompok masyarakat yang yang bersifat ekstrim dan fundamentalis tumbuh di Amerika, yang sering juga melakukan kekerasan seperti Ku  Klux Klan, yaitu kelompok sosial yang lahir pasca perang saudara di Amerika (1861-1865), dan dihapuskannya praktik perbudakan. Kelompok ini merupakan aliran protestan kulit putih garis keras yang anti kepada kulit hitam, imigran dan Katolik.  Kelompok ini sering melakukan tindakan terror domestik (dalam negeri Amerika).

CATATAN PENUTUP

Kekristenan yang merupakan buah dari Gerakan Yesus adalah agama yang sangat menekankan kasih, pengampunan, pengorbanan dan perdamaian. Tetapi dalam perjalanan sejarah, terjadi berbagai konflik internal, penindasan kelompok “separatis” (heresy) yang merupakan campuran dari unsur-unsur politik dan keagamaan. 

Beberapa peristiwa rekonsiliasi yang terjadi dalam rangka peringatan 500 tahun Refromasi (2017), antara lain adalah permintaan maaf resmi oleh Gereja-gereja Lutheran di Jerman kepada gereja-gereja aliran Mennonite (Anabaptis) yang pernah ditindas di Jerman, dan mereka melarikan diri ke Amerika. Tanggal 31 Oktober 2017 (HUT 500 tahun Protestan)  lalu ditandatangi joint statement antara Gereja-gereja Protestant (Lutheran) dengan Vatikan (Katolik) dengan  tekad untuk saling memafkan dan mengupayakan kesatuan ke depan.

Pdt. Dr. Richard Daulay
Name

Grafis,2,Headline,474,jejak,6,Kolom,76,Terkini,451,Tokoh,5,Video,26,Wirausaha,4,Wisata,6,
ltr
item
Gentala Jambi: Akar-akar Ektrimisme Sosial-Keagamaan dalam Masyarakat Kristen dan Barat
Akar-akar Ektrimisme Sosial-Keagamaan dalam Masyarakat Kristen dan Barat
https://1.bp.blogspot.com/-tpt6zTTR-FE/Xm9uJoTvOkI/AAAAAAAABz0/JZN5gDBwEo4pxDaLmfRtboS-MEaeDREWQCLcBGAsYHQ/s320/WhatsApp%2BImage%2B2020-03-13%2Bat%2B09.11.55.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-tpt6zTTR-FE/Xm9uJoTvOkI/AAAAAAAABz0/JZN5gDBwEo4pxDaLmfRtboS-MEaeDREWQCLcBGAsYHQ/s72-c/WhatsApp%2BImage%2B2020-03-13%2Bat%2B09.11.55.jpeg
Gentala Jambi
https://www.gentala.id/2020/03/akar-akar-ektrimisme-sosial-keagamaan.html
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/2020/03/akar-akar-ektrimisme-sosial-keagamaan.html
true
8731269479639335939
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy