Corona Dan Paradoks Sikap Masyarakat Indonesia

Corona Dan Paradoks Sikap Masyarakat Indonesia Oleh: Muhammad Rama Wuhan, di Provinsi Hubei Cina menjadi sorotan du...

Corona Dan Paradoks Sikap Masyarakat Indonesia


Oleh: Muhammad Rama
Wuhan, di Provinsi Hubei Cina menjadi sorotan dunia, bukan karena keberagaman dan kekayaan alam atau budaya yang dimilikinya, namun yang mampu menggemparkan dunia yaitu dengan virus Corona atau covid-19. Covid-19 adalah penyakit yang di tularkan oleh infeksi virus SARS-CoV-2. Pertama kali diidentifikasi di wuhan, di Provinsi Hubei Cina pada desember 2019. Virus ini telah menyebar ke 186 negara termasuk Indonesia. 
KontraProduktif Sikap Masyarakat
Tak ada yang mengira virus ini menyebar begitu cepat dan tidak pandang bulu, dari negara yang sangat maju hingga negara berkembang. Akibat cepatnya wabah ini menyebar sejumlah negara menutup perjalanan lintas negara, membatasi penerbangan hingga membatasi hubugan interaksi masyarakatnya. Dengan harapan dapat meminimalisir kecepatan dari penyebaran covid-19 ini. Masih saja ada masyarakat yang mengabaikan kebijakan pemerintahan dan menganggap remeh covid-19 sebab merasa kuat dan sehat-sehat saja. 

Tercatat yang positif terjangkit corona ada 686 orang tersebar di 24 provinsi sudah 55 orang dinyatakan meninggal dunia setelah dinyatakan positif corona. Lockdown adalah kebijakan yang di ambil sejumlah negara untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, bagaimana Indonesia?. Sampai  saat ini pemerintahan Indonesia  belum memberlakukan lockdown. Berbagai macam respon masyarakat  dalam menanggapi covid-19 yang sedang mewabah, mulai dari penolakan diadakannya lockdown dan ada juga yang setuju untuk mengunci diri di rumah, hingga trendingnya hastag di tweeter #dirumahaja.

Mewabahnya virus corona menyebabkan kelangkaan masker, akibat permintaan dan perilaku yang kurang bijak dari masyarakat. Banyak masyarakat yang berbondong-bondong memborong masker sehingga menyebabkan kelangkaan masker di pasaran. Akibat kelangkaan tersebut harga masker melambung fantastis tak masuk akal. Bukan masyarakat Indonesia jika tidak mengambil keuntungan walau dalam situasi yang terjepit. Perilaku yang tidak terpuji dengan maraknya penimbunan masker oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Mirisnya lagi demi keuntungan mendaur ulang masker adalah salah satu cara meraup keuntungan ditengah-tengah masyarakat yang ketakutan akan wabah yang terus meningkat di setiap harinya. 

Satu gudang di Tangerang kedapatan menimbun 574 ribu masker yang akan di kirim keluar negeri berhasil di endus keberadaannya oleh kepolisian. Sangat disayangkan ditengah masyarakat Indonesia yang gawat akan corona masih memikirkan keuntungan dengan mengirimkan masker keluar negeri. Perilaku yang tidak bermoral ini haruss di tindak dengan tegas sebab merugikan masyarakat. Bukan hanya masker, maraknya pemberitaan bohong atau hoax di jagat dunia maya, membuat masyarakat resah. Tercatat 22 maret 2020 ada 44 khasus penyebaran berita bohong yang di sedang di tangani mabes polri dan sejumlah polda. Sebelumnya kominfo menacatat 232 berita bohong salah satunya terkait pemberitaan presiden jokowi positif corona. Alih-alih membuat  situasi kondusif justru maraknya hoax membuat resah dan kepanikan di tengah masyarakat. 

Perbandingan Respon Masyarakat Korea dan Italia

Bukan tidak mungkin Indonesia menyusul Italia yang menempati urutan pertama kematian akibat covid-19, dengan jumlah kasus 63.927 dan jumlah kematian lebih dari 6000 orang. Hal tersebut di ssebabkan kurangnnya kesadaran dan terlalu meremehkan covid-19. Jika Indonesia menyikapi covid-19 bukan tidak mungkin akan terjadi seperti Italia. Dibutuhkan kedewasaan yang cukup untuk menykapi wabah covid-19 ini. Covid-19 sendiri memiliki ciri-ciri yang hampir sama dengan penyakit umum lainnya bahkan ada yang tidak memiliki gejala dan tidak sadar sudah positif corona. Dengan ketidak sadaran ini melakukan interaksi sosial, hal inilah yang menyebabkan penyebaran corona semakin cepat terjadi
Himbauan pemerintah untuk tidak beraktivitas di luar rumah dan berkumpul tidak diindah sepenuhnya dan cendrung diabaikan. Momentum libur akibat corona justru menjadi kesempatan untuk pulang kampong, yang harusnya tidak dilakukan karena rentan akan penyebaran covid-19. Tidak bijak dan tidak adanya kesadaran dari dirilah yang menyebabkan hal ini terus terjadi. Masyarakat kota yang pulang kekampung halamannya akan lebih beresiko melakukan penularan, karena dengan tidak sadar dia positf corona dan menularkan pada keluarga di kampung, sehingga penyebaran covid-19 semakin meluas. Hastag #dirumahaja harusnya diimplementasikan pada kegiatan yang sebenarnya namun realitanya berbeda libur karena corona di anggap seperti libur hari raya.

Jika kita bandingkan dengan korea selatan sangat jauh tertinggal dalam penangannya. Walaupun jumlah kasus di korea seletan jauh lebih tinggi di bandingkan Indonesia, korea selatan mampu menekan angka penyebaran virus corona dengan cepat. Jumlah kasus di korea sebanyak 8,086 dengan jumlah kematian 72 orang Dan jumlahnya terus menurun drastis. Jika kita bandingkan dengan Indonesia, ini sangat jauh persentasenya. Hal ini tidak terlepas dari cara penaganan pemerintahan dan partisipasi masyarakat yang turut aktif memerangi virus ini. Jika Italia menerapkan lockdown berbeda dengan korea selatan yang menekankan partispasi masyarakat dengan aplikasi kreatif yang mendukung masyarakat aktif. 

Pemerintahan korea juga proaktif dalam pemberian informasi tentang covid-19. Masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan informasi dengan tepat dan cepat. Tidak perlu lockdown untuk membuat massyarakat taat menggunakan masker, tiap-tiap ruang publik di korea selatan menerapkan kebijakan “tanpa masker dilarang massuk” sehingga otomatis masyarakat menggunkan masker untuk menjaga higienitas. Salah satu yang sangat efektif untuk meminimalisir penyebaran infeksi covid-19 adalah dengan konsep drive-thru. Pemerintahan korea telah menyediakan 50 stasiun pengujian di seluruh kota, Hanya memerlukan waktu beberapa menit dan hasilnya akan keluar dalam beberapa jam. Hal ini sangat efektif dalam mendeteksi sejak dini covid-19 sehingga dapat dilakukan pencegahan dan penanganan secepat mungkin.

Dengan majunya zaman korea selatan menggunakan aplikasi pintar. Dalam dua pekan terakhir korea memantau dengan ketat imigran asal cina, hongkong, makau kecuali Taiwan. Para imigran di perikasa secara ketat dan di wajibkan mendownload apliakasi diagnosa corona sehingga dapat terdeteksi dengan tepat jika ada yang membawa virus corona masuk. 

Bukan tidak mungkin Indonesia menerapkan hal yang sama dengan korea selatan yang mampu menurunkan angka infeksi secara signifikan tanpa lockdown. Dengan cara menumbuhkan kesadaran yang lebih untuk benar-benar berpartisipasi mendukung pemerintahan dalam memerangi covid-19. Bukan hanya membuat status di media sosial namun benar-benar partisipatif dan tidak menganggap remeh covid-19.
Yang benar-benar diharapkan pemerintahan Indonesia mampu cepat tanggap dalam menanggulangi covid-19, dengan sumber daya yang ada Indonesia mampu menjadi korea selatan,banyak sumber daya yang mampu dikerahkan. Di era industri 4.0 sudah seharusnya Indonesia mampu menerapkan aplikasi diagnosa corona, ponyediaan pelayanan pemerikssaan corona di setiap kabupaten dan kota, kebijakan yang tidak memaksa serta tidak merugikan masyarakat dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama serta mengikuti semua arahan yang diberikan oleh otoritas kita.

Saat ini kita mau menjadi korea selatan atau menjadi Italia itu kembali pada kesadaran diri masing-masing. Bagaimana sikap kita dalam menyikapi covid-19 yang menentukan keberlangsungan kehidupan.


Muhammad Rama (mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Jambi)
Name

Grafis,2,Headline,474,jejak,6,Kolom,76,Terkini,451,Tokoh,5,Video,26,Wirausaha,4,Wisata,6,
ltr
item
Gentala Jambi: Corona Dan Paradoks Sikap Masyarakat Indonesia
Corona Dan Paradoks Sikap Masyarakat Indonesia
https://lh3.googleusercontent.com/-eoKpdDHtTHg/XnsB2EDdLuI/AAAAAAAAB7s/Qmr_TZXaESswMra5a8HRDcmVEanbKF7EgCLcBGAsYHQ/s1600/1585119701040731-0.png
https://lh3.googleusercontent.com/-eoKpdDHtTHg/XnsB2EDdLuI/AAAAAAAAB7s/Qmr_TZXaESswMra5a8HRDcmVEanbKF7EgCLcBGAsYHQ/s72-c/1585119701040731-0.png
Gentala Jambi
https://www.gentala.id/2020/03/corona-dan-paradoks-sikap-masyarakat.html
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/2020/03/corona-dan-paradoks-sikap-masyarakat.html
true
8731269479639335939
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy