Dinamika dan Hiruk Pikuk Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA)

DINAMIKA DAN HIRUK PIKUK PEMILIHAN KEPALA DAERAH  (PILKADA) Oleh: Karyadi Tibajo Pemilihan Kepala Daerah merupakan pelaksanaan ke...

DINAMIKA DAN HIRUK PIKUK PEMILIHAN KEPALA DAERAH 
(PILKADA)
Oleh: Karyadi Tibajo
Pemilihan Kepala Daerah merupakan pelaksanaan kedaulatan rakyat di wilayah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota secara langsung dan demokratis. Yang mempunyai landasan dan berasaskan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil dalam daerah atau wilayah negara kesatuan republik indonesia, berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar negara republik indonesia 1945. Penyelenggaraan pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) oleh Komisi Pemilihan Umum selanjutnya disebut KPU beserta Jajarannya yaitu KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota sampai yang paling terendah KPPS, sebagai penyelenggara di tempat pemungutan dan pengitungan suara (TPS), merupakan lembaga yang telah ditetapkan sebagai mana termaktub didalam UUD 1945 pasal 22E Ayat (5) Amandemen ketiga, yang berbunyi pemilihan umum  diselenggarakan oleh suatu Komisi Pemilihan Umum yang bersifat Nasional, tetap, dan mandiri. sedangkan ketentuan lebih lanjut Tentang Pilkada diatur dalam undang-undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang No 1 Tahun 2014 Tentang pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi undang-undang.

Dalam pelaksanaan pemilu maupun pilkada KPU dan jajarannya sebagai penyelenggara harus mematuhi dan taat pada prinsip-prinsip; Mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, terbuka, propfesional, proporsional, akuntabel, efektif dan efisien. prinsip ini Jelas untuk memperkuat sistem ketatanegaraan yang demokratis serta mewujudkan pilkada yang adil dan berintegritas, menjamin konsistensi pengaturan sistem pilkada dengan memberikan kepastian hukum dan untuk mencegah duplikasi dalam pengaturan pilkada juga dapat mewujudkan pilkada yang efektif dan efisien.

Fenomena dan dinamika pilkada yang selama ini sering kita lihat dan cermati telah membuat kebingungan, kegelisahan, dan bertanya-tanya. Apa sebenarnya tujuan dari pilkada, Apa yang diharapkan dari pilkada, yang anehnya lagi sampai-sampai Elit politik, peserta dan pasangan calon tidak bisa menjelaskan. Apa lagi masyarakat paling bawah yang  sering kita sebut  dengan akar rumput semakin bigung dengan arti dan tujuan pilkada yang sebenarnya.

Pasangan calon 

Hiruk pikuk Yang tidak kalah penting  dan sangat menarik dalam pilkada adalah mencari kandidat bakal pasangan Calon atau Bapaslon yang akan ikut berkontestasi dalam pilkada, bermacam pola, srategi, trik dan isu-isu yang dimunculkan kepermukaan dan disampaikan kepublik untuk mendapat simpati, empati, yang dapat diterima akal sehat sampai dengan diluar nalar misalnya; minta petunjuk pada dukun dan lain sebagainya. Untuk medapatkan dukungan sebagai pasangan calon peserta Pemilihan yang diusulkan oleh partai politik, gabungan partai politik, atau perseorangan yang didaftarkan atau mendaftar di Komisi Pemilihan Umum Provinsi. Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sedangkan pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota mendaftar di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. 

Partai Politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. fenomena yang terjadi dalam mencari, menentukan serta penjaringan, penyaringan dan mekanisme untuk menetapakan siapa paslon yang akan di usulkan dari masing-masing partai politik masih menimbulkan persoalan diinternal partai, dimana sering kita dengar perbedaan pendapat dan keinginan dari pengurus partai tingkat Kabupaten, Provinsi dan Pusat tidak satu suara sehingga terjadi blok atau pro kontra dimana dukungan menjadi terbelah. Isu tentang mahar politik masih belum juga reda yang dapat menghambat kader terbaik partai untuk mencalonkan diri menjadi paslon karena tidak punya mahar.

Pemerintah Daerah

Pemillihan Kepala Daerah bukan semata-mata tanggung jawab KPU, sebagai mana diatur dalam uu pilkada namun merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Sebagai pemerintah daerah dan dewan perwakilan rakyat daerah menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk didalamnya kewajiban pemerintah daerah untuk memfasilitasi kebutuhan KPU baik operasional maupun Anggaran. Tetapi masih banyak daerah yang melihat penganggaran anggaran untuk pelaksanaan pilkada sebagai alat negosiasi kepentingan dengan KPU terlebih lagi kalau Petahana ikut dalam kontestasi pilkada, maka sering terjadi keterlambatan pengesahan Naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) antara KPU dengan pemerintah daerah.

Partai Politik

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kemerdekaan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat merupakan hak asasi manusia yang harus dilaksanakan untuk memperkuat semangat kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang demokratis. Partai Politik sebagai pilar demokrasi perlu ditata dan disempurnakan untuk mewujudkan sistem politik yang demokratis guna mendukung sistem pemerintahan yang efektif. Pertama; membentuk sikap dan perilaku Partai Politik yang terpola atau sistemik sehingga terbentuk budaya politik yang mendukung prinsip-prinsip dasar sistem demokrasi. Hal ini ditunjukkan dengan sikap dan perilaku Partai Politik yang memiliki sistem seleksi dan rekrutmen keanggotaan yang memadai serta mengembangkan sistem pengkaderan dan kepemimpinan politik yang kuat. Kedua; memaksimalkan fungsi Partai Politik baik fungsi Partai Politik terhadap negara maupun fungsi Partai Politik terhadap rakyat melalui pendidikan politik dan pengkaderan serta rekrutmen politik yang efektif untuk menghasilkan kader-kader calon pemimpin yang memiliki kemampuan di bidang politik. Seharusnya harapan Fungsi dan peran partai politik yang mulia ini  dapat diwujudkan dengan hadirnya parpol-parpol yang ada. Namun hal ini belumlah berbanding lurus dengan harapan masyarakat, dengan berjibunnya kepentingan individu dan kelompok-kelompok baik dalam partai politik itu sendiri maupun kepentingan diluar partai politik, sehingga esensi partai  yang memperjuangkan aspirasi rakyat, kehilangan arti dan makna yang sebenarnarnya. 

Persoalan serta fenomena yang terjadi saat ini baik dalam kapasitas pasangan calon, pemerintah daerah sebagai pemangku kepentingan dan yang memiliki wilayah atau daerah harus dapat berperan aktif untuk menyukseskan pelaksaanaan pilada. Begitu juga dengan partai politik sebagai peserta pilkada dan pengusul paslon harus dapat meningkatkan, memaksimalkan upaya terselenggaranya pilkada dengan lancar dan aman. KPU dan Jajarannya sebagai garda terdepan dalam penyelenggaraan harus benar-benar mempunyai pengetahuan, kemampuan, profesional dan integritas yang kokoh dalam melaksanakan pilkada karena godaan dan ujian oleh pihak yang ingin menjatuhkan wibawa KPU masih bergentayangan. Adapun indikator dan faktor-faktor yang telah dibahas diatas semuanya dapat mempengaruhi praktek, sistem pilkada secara keseluruhan baik undang-undang, maupun tentang tahapan, program dan teknis pelaksanaan, regulasi, keputusan, ketetapan, antar pasangan calon, Nara hubung, tim kampanye, petugas kampamnye, yang sudah disepakati, distujui, tidak  dapat berjalan sebagai mana mestinyapasangan calon, Nara hubung, tim kampanye, petugas kampamnye, yang sudah disepakati, distujui, tidak berjalan sebagai mana mestinya.   

Karyadi Tibajo (Pasca sarjana Universitas Negeri Padang/Pemerhati Pemilu dan Pilkada)
Name

Grafis,2,Headline,474,jejak,6,Kolom,76,Terkini,451,Tokoh,5,Video,26,Wirausaha,4,Wisata,6,
ltr
item
Gentala Jambi: Dinamika dan Hiruk Pikuk Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA)
Dinamika dan Hiruk Pikuk Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA)
https://1.bp.blogspot.com/-Wtu0FGa3O80/XmSREB4HofI/AAAAAAAABuQ/k9ljbBYodh0-xi-JOfuieiETqJcVi-LMACLcBGAsYHQ/s320/IMG-20200308-WA0019.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Wtu0FGa3O80/XmSREB4HofI/AAAAAAAABuQ/k9ljbBYodh0-xi-JOfuieiETqJcVi-LMACLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20200308-WA0019.jpg
Gentala Jambi
https://www.gentala.id/2020/03/dinamika-dan-hiruk-pikuk-pemilihan-kepala-daerah.html
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/2020/03/dinamika-dan-hiruk-pikuk-pemilihan-kepala-daerah.html
true
8731269479639335939
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy