Optimalisasi CSR untuk Bantuan Masyarakat Terkena Dampak Covid-19

Optimalisasi CSR untuk Bantuan Masyarakat Terkena Dampak Covid-19 Oleh: Arven Marta Sejak pertama kali muncul di Indonesia pada 2...

Optimalisasi CSR untuk Bantuan Masyarakat Terkena Dampak Covid-19

Oleh: Arven Marta
Sejak pertama kali muncul di Indonesia pada 2 Maret 2020 yang lalu, Corona Virus Disease 19 alias Covid-19 telah meluluhlantakan sosial dan ekonomi masyarakat. Terlebih, sebagai upaya pencegahan, pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ujung-ujungnya berdampak luas terhadap perekonomian masyarakat.

Bagi mereka yang bekerja kantoran tentu masih bisa untuk terus bekerja. Meskipun ada pembatasan sosial, setidaknya mereka bisa bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dan setiap bulan gaji akan terus mereka dapatkan. Sedangkan, hal tersebut tidak berlaku bagi buruh harian dan pekerja informal, misalnya buruh, tukang ojek, sampai pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Secara otomatis, disaat PSBB diberlakukan plus aturan agar tetap dirumah saja, pasti akan berdampak luas kepada buruh harian dan pekerja informal. Mereka akan kehilangan pemasukan secara signifikan. Alhasil, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun mereka sangat sulit.

Melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak paling parah akibat Covid-19, pemerintah bisa melakukan aksi dengan mengundang seluruh pengusaha kelas ‘kakap’ ke istana negara, lalu mewajibkan setiap perusahaan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat melalui program corporate social responbility (CSR) yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan. Bisa saling bahu membahu untuk membantu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menyalurkan program CSR yang fokus kepada penanganan Covid-19.

Menurut saya, setelah perusahaan berkomitmen bersama permerintah dan BUMN mengoptimalisasikan program CSR, maka bentuk bantuan yang diberikan oleh perusahaan dapat beragam dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Bentuk bantuan bisa berupa peralatan pencegahan penyebaran virus Covid-19, seperti alat uji tes, alat pelindung diri, hand sanitizer dan juga disifektan. Kemudian, sebagai bentuk kepedulian kepada buruh harian, bisa dilakukan dengan memberikan bantuan langsung berupa pemberian sembako. Lalu, bantuan juga dapat berupa makanan dan minuman bagi para petugas medis dan relawan. Sementara itu, untuk membantu proses WFH dan belajar dari rumah, perusahaan dapat menyediakan dukungan akses internet, dan sarana teknologi informasi dan komunikasi untuk rumah sakit guna mempermudah petugas dan relawan dalam koordinasi.

Konsep CSR

Menurut Carroll, CSR adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar, meliputi beberapa aspek, yaitu aspek ekonomi, hukum, etika serta kontribusi pada isu sosial. Dari konsep Carroll menunjukkan bahwa setiap perusahaan dalam bentuk kegiatan CSR harus melihat beberapa aspek, karena dari beberapa aspek tersebut bersifat memberikan kontribusi dalam kepedulian dan pengembangan terhadap perusahaan dan masyarakat.

Sementara, Bowen menjelaskan jika CSR adalah kewajiban pengusaha untuk merumuskan kebijakan, membuat keputusan, atau mengikuti dari tindakan yang diinginkan dalam tujuan dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. 
CSR menurut World Business Council For Sustainable Development (WBCSD) merupakan suatu komitmen berkelanjutan dari dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan kontribusi kepada pengembangan ekonomi pada komunitas setempat ataupun masyarakat luas, bersamaan dengan peningkatan taraf hidup karyawan beserta seluruh keluarganya.

Menurut Hartman, CSR merupakan tanggungjawab yang dimiliki perusahaan terhadap komunitas yang berkaitan dengan operasional bisnis, sehingga perusahaan harus mengindentifikasi kelompok-kelompok stakeholder atau pemangku kepentingan dan menggabungkan kebutuhan serta kepentingan mereka dalam proses pembuatan keputusan operasional dan strategis.

Masih menurut Hartman, secara umum CSR adalah sebuah pendekatan dimana perusahaan mengintegrasikan kepedulian sosial dalam operasi bisnis mereka dan dalam interaksi dengan para pemangku kepentingan berdasarkan prinsip kesukarelaan dan kemitraan, serta bagaimana memberikan pengaruh terhadap bidang ekonomi, sosial dan lingkungan. Ia melihat dari beberapa aspek tersebut dalam bidang ekonomi, CSR diharapkan dapat meningkatkan atau mempengaruhi suatu bentuk perekonomian.

Lalu, dalam aspek hukum menurut Hartman perusahaan dituntut untuk mengikuti setiap peraturan yang berlaku yang menyangkut tentang CSR. Dalam artian bahwa setiap perusahaan baik skala lokal maupun perusahaan asing harus melakukan tanggungjawab sosial perusahaan sesuai dengan peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Jika dilihat dari segi etika serta kontribusi pada isu sosial, perusahaan harus berperan penting dalam menjaga etika setiap kegiatan perusahaan tersebut, seperti dalam memperhatikan dampak yang dihasilkan, serta menjaga keadaan lingkungan.

CSR sebagai Upaya Membentuk Pembangunan Berkelanjutan

Istilah CSR mulai digunakan sejak tahun 1970an setelah John Elkington mengembangkan tiga komponen penting dalam pembangunan berkelanjutan (sustainable development), yakni economic growth (pertumbuhan ekonomi), environmental protection (perlindungan lingkungan hidup) dan social equity (kesetaraan sosial), yang juga digagas oleh The World Commission on Environment and Development (WCED) dalam Brundtland Report (1987).

Ditegaskan Elkington bahwa CSR dikemas dalam tiga fokus yang disingkat 3P, yakni profit, planet dan people. Perusahaan yang baik tidak hanya memburu keuntungan ekonomi belaka (profit), melainkan juga harus memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan (planet) dan kesejahteraan masyarakat (people).

Dapat dipahami bila profit merupakan orientasi yang harus dikejar oleh perusahaan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi agar usaha mereka dapat terus beroperasi dan berkembang. Kemudian, people diartikan bahwa perusahaan harus memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan manusia disekitar mereka beroperasi. Lalu, planet mengandung pengertian adalah sebagai bentuk kepedulian pihak perusahaan kepada lingkungan hidup.

CSR dapat diartikan juga sebagai suatu komitmen bisnis untuk turut berkontribusi dalam membangun ekonomi berkelanjutan. Pihak perusahaan bekerja dan berinteraksi positif dengan karyawan, keluarga hingga komunitas yang ada di sekitar perusahaan tersebut. Hal ini tak lain bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup bersama.

Selain itu, CSR dapat diartikan sebagai suatu komitmen usaha yang dilakukan secara etis serta beroperasi secara legal. Disamping itu, perusahaan juga berkontribusi untuk peningkatan ekonomi yang diikuti dengan peningkatan kualitas hidup karyawan hingga masyarakatnya.
Sedangkan, untuk berikutnya, CSR dapat dimaknai sebagai tindakan sosial, termasuk untuk peduli terhadap lingkungan hidup yang lebih dari batas-batas yang dituntut atau diharuskan dalam peraturan perundang-undangan.
Dari beberapa pengertian CSR diatas, maka CSR sangat berkaitan erat dengan pembangunan berkelanjutan. 
Pembangunan berkelanjutan yakni perusahaan tersebut sebelum melakukan suatu kegiatan, harus berdasarkan atas keputusan yang tak hanya memikirkan atau berorientasi pada aspek ekonomi pada saat itu juga, melainkan juga harus memikirkan dampak sosial serta lingkungan yang dapat ditimbulkan oleh keputusan tersebut secara bersekinambungan.

Pembangunan berkelanjutan alias sustainable development diharapakn menjadi pandangan bagi setiap korporat, sehingga dalam kegiatan usahanya tidak berdampak merugikan bagi lingkungan. Aneka kegiatan CSR yang biasa dijalankan kaitannya dengan ini biasanya adalah penghijauan, penyediaan sarana air besih dan perbaikan permukiman.

CSR untuk Bantuan Masyarakat Terdampak Covid-19

Melihat efek luar biasa yang ditimbulkan akibat Covid-19, alangkah baiknya pemerintah melakukan langkah-langkah strategis untuk mengatasinya. Untuk langkah awal melihat dampak sosial ekonomi masyarakat, saya cukup apresiasi dengan gelontoran anggaran dari negara sebesar 450 triliun rupiah sebagai upaya pemulihan ekonomi masyarakat yang terkena dampak Covid-19.

Namun, pemerintah tetap tidak bisa bekerja sendiri. Sebab, dampak Covid-19 tidak hanya dirasakan oleh para korban, namun orang lain pun ikut terkena dampaknya. Dampak yang paling parah adalah kondisi sosial masyarakat yang enggan melakukan aktivitas di luar rumah alias lebih memilih dirumah saja.
Jalanan yang lengang tentu berimbas kepada pendapatan mereka yang bekerja harian dan mengandalkan keramaian. Pemerintah pun tidak bisa berbuat banyak melihat kondisi ini. Disatu sisi pemerintah ingin menyelematkan warganya, namun disisi lain pemerintah tidak bisa membiarkan dampak negatif yang timbul akibat Covid-19.

Menurut saya, langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan pemerintah yakni, pertama, pemerintah harus mengumpulkan para pengusaha untuk membicarakan nasib mereka yang terkena dampak Covid-19. Kedua, pemerintah harus membuat kebijakan yang mengharuskan pengusaha untuk ikut meringankan beban masyarakat yang sehari-hari bekerja diluar rumah, namun selama wabah Covid-19, tidak dapat bekerja atau memperoleh penghasilan yang sedikit.

Bentuk kebijakan yang bisa diambil oleh  pengusaha, terutama pengusaha finance dan bank, misalnya dengan memberikan gratis cicilan sepeda motor selama satu tahun kepada tukang ojek, gratis cicilan bank selama enam bulan kepada pelaku UMKM. 

Ketiga, pemerintah pusat dan daerah harus memastikan jika dana CSR, terutama CSR BUMN dan BUMD tepat guna dan tepat sasaran. Keempat, pemerintah harus melibatkan organisasi mahasiswa dan organisasi massa untuk mengawal anggaran CSR BUMN dan BUMD agar tersalur secara optimal, tanpa ada penyelewengan kedepannya.

Semoga seluruh perusahaan, baik BUMN ataupun swasta bisa saling bergandengan tangan untuk mengatasi dampak ekonomi akibat Covid-19. Saat dana CSR dapat dioptimalisasi untuk kesejahteraan rakyat, maka disaat itu kita dapat berharap bahwa perusahaan telah melaksanakan kewajibannya, bisa mengangkat harkat dan martabat perusahaan dimata masyarakat.

Arven Marta (Aktivis HMI/Pascasarjana Kajian Corporate Social Responbility Universitas Trisakti)
Name

Grafis,2,Headline,642,jejak,6,Kolom,91,Terkini,619,Tokoh,5,Video,26,Wirausaha,4,Wisata,6,
ltr
item
Gentala Jambi: Optimalisasi CSR untuk Bantuan Masyarakat Terkena Dampak Covid-19
Optimalisasi CSR untuk Bantuan Masyarakat Terkena Dampak Covid-19
https://1.bp.blogspot.com/-yfKVd_yVG8o/XpcfDgNC-NI/AAAAAAAACNA/c8mPDazaoLg5KeNJi4RKzZr4B3bSEhKRACLcBGAsYHQ/s320/IMG-20200415-WA0014.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-yfKVd_yVG8o/XpcfDgNC-NI/AAAAAAAACNA/c8mPDazaoLg5KeNJi4RKzZr4B3bSEhKRACLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20200415-WA0014.jpg
Gentala Jambi
https://www.gentala.id/2020/04/optimalisasi-csr-untuk-bantuan.html
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/2020/04/optimalisasi-csr-untuk-bantuan.html
true
8731269479639335939
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy