Pembangunan Berkelanjutan “Angin Segar” Bagi Peradaban

PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN “ANGIN SEGAR” BAGI PERADABAN Oleh:  Yuliza Dwinanda Saat ini dunia sedang giat-giatnya menerapkan sebuah ben...

PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN “ANGIN SEGAR” BAGI PERADABAN

Oleh: Yuliza Dwinanda
Saat ini dunia sedang giat-giatnya menerapkan sebuah bentuk  konsep pembangunan berkelanjutan. Saling berlomba menjadi yang terbaik dan berusaha mencapai tujuan dengan mengatasi segala macam permasalahan baik secara lokal, nasional, maupun global. Tetap saja hal yang dilakukan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, permasalahan akan selalu ada dan saling membentur dalam pembangunan berkelanjutan tersebut. Apalagi bagi peradaban manusia yang semakin berubah-ubah, tentulah menjadi mimpi indah bagi setiap Negara yang ingin mewujudkannya.

Namun apa itu sebenarnya pembangunan berkelanjutan? Dapat dipahami secara sederhana bahwa pembangunan berkelanjutan merupakan aspek utama dalam meningkatkan kualitas hidup manusia melalui cara yaitu, pertumbuhan ekonomi, memperbaiki dan mengatasi permasalahan baik dari segi lingkungan, atau pun dalam bentuk sosial. Pembangunan berkelanjutan pun berupa bentuk proses pembangunan yang memikirkan bagaimana kebutuhan saat ini dapat terpenuhi tanpa harus mengorbankan kebutuhan untuk generasi mendatang, dengan cara tetap menjaga ekosistem lingkungan.

Dalam konsep pembangunan berkelanjutan pun kita harus memperhatikan beberapa hal seperti ; Pembangunan yang menghargai keanekaragaman, pembangunan berbasis pendekatan integratif, pembangunan yang juga memiliki perspektif jangka panjang untuk kedepannya, dan juga pembangunan tersebut harus dilakukan secara bijaksana terhadap pemanfaatan suatu Sumber Daya Alam (SDA).

Lantas bagaimana hubungan konsep pembangunan berkelanjutan dengan lingkungan? disini pun dapat dikaitkan dari sebuah film yang sangat luar biasa yaitu Before The Flood (2016) karya seorang Leonardo Dicaprio yang menceritakan kondisi lingkungan dari berbagai Negara yang telah dikunjunginya termasuk Negara Indonesia, yang dimana sangat disayangkan banyak sekali ia temukan kerusakan-kerusakan lingkungan yang dilakukan oleh manusia dengan mengeksploitasi alam secara berlebihan, demi keuntungan sesaat.

Padahal sebenarnya keserakahan manusialah yang menjadi awal dari permasalahan dan kehancuran lingkungan untuk masa yang akan datang. Hal tersebut pun setali dengan pendapat Bang Ki-Moon yang mengatakan bahwa “Bumi adalah perahu kecil, jika perahu tersebut tenggelam maka kita semua pun akan turut tenggelam bersama”. Sehingga jika dikaitkan dengan konsep pembangunan berkelanjutan sudah pasti hal tersebut sangat bertentangan sekali. Begitulah kiranya manusia ia yang membuat sebuah peraturan maka ia sendiri yang akan melanggarnya, untuk itu pembangunan berkelanjutan pun sampai saat ini belum lah sepenuhnya mampu mengatasi eksploitasi lingkungan yang terjadi dimana-mana.

Penulis pun berpandangan jika setiap Negara tentulah ingin meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup bagi rakyatnya, namun terlepas dari hal itu Negara tetap lah menjadi sesuatu yang bersifat Kapitalis, dan akan melakukan berbagai cara untuk hal tersebut sekalipun mengeksploitasi alam secara tidak baik. Karena Negara-negara lebih banyak menekankan pada peningkatan ekonomi saja dan cenderung mengabaikan dampak yang akan terjadi nantinya terhadap lingkungan, sumber daya alam, serta kemungkinan-kemungkinan terburuk lainnya.

Maka pembentukan konsep pembangunan berkelanjutan pun bisa kita katakan hanya sebagai “kedok” pemanis saja, apabila tidak didukung dengan realisasi dari konsep pembangunan berkelanjutan itu sendiri. Pun tak bisa untuk kita elak-kan seperti sudah menjadi rahasia umum ketika disatu sisi ingin memperbaiki namun sisi lainnya justru kian memperburuk. Ditambah lagi semakin pesatnya kemajuan zaman membuat segala hal dalam kehidupan manusia kian berubah, kecanggihan teknologi pun memberikan dampak negatif dalam menyumbang kerusakan lingkungan. Seperti penggunaan Air Conditional (AC), efek rumah kaca, CO2 dari kendaraan, dan berbagai hal lainnya membuat pemanasan global semakin bertambah parah.

Penerapan konsep pembangunan berkelanjutan ini tentulah lebih difokuskan pada Negara yang telah maju karena Negara mereka dari segala segi aspek kehidupan dapat dikatakan sudah sangat baik ketimbang Negara yang sedang berkembang. Sehingga konsep ini pun perlu persiapan yang matang untuk menerapkannya dalam sebuah Negara, yang mana pemerintahnya harus mampu menyeimbangkan bagaimana aspek perekonomian, sosial, dan lingkungan bisa berjalan berdampingan secara terstruktur. Dan hal tersebut kemungkinan terbesar hanya dapat dilakukan oleh Negara yang sudah maju saja. Tetapi terkadang Negara yang sudah maju sangatlah bersifat kapitalis, mereka pun juga menerapkan konsep Negara kesejahteraan untuk menutupi hal tersebut. Sehingga yang kita lihat hanyalah bentuk yang “baik-baik” nya saja, tanpa tau maksud sebenarnya.

Menurut penulis untuk Negara yang memang ingin mendirikan konsep pembangunan berkelanjutan harus melalui persiapan secara maksimal dan optimal, yang lebih mementingkan kebutuhan rakyat dengan memperhatikan beberapa hal yang ada dalam konsep tersebut. Pemerintah pun harus konsisten untuk meningkatkan segala sesuatu dengan baik. Tentu saja yang namanya perekonomian menjadi salah satu aspek penentu maju tidaknya sebuah Negara, namun ada hal yang lebih penting dari pada itu, yaitu menjaga lingkungan alam tempat kita tinggal dengan memanfaatkannya secara bijaksana dan cerdas.

Karena ketika kita mampu untuk melakukan hal tersebut dengan kesadaran akan pentingnya kehidupan di masa yang akan datang, maka hal-hal terkait pengeksploitasian alam bisa untuk kita atasi. Masyarakat pun akan turut menjaga lingkungan yang memang seharusnya dijaga, jangan karena keserakahan manusia lah yang nantinya membunuh diri mereka sendiri. Bagi Negara berkembang pun harus mempu belajar bagaimana menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan tersebut, karena kita harus memikirkan hal-hal jangka panjang jangan selalu berjalan ditempat saja.

Yuliza Dwinanda (Mahasiswi Universitas Jambi).

Name

Grafis,2,Headline,645,jejak,6,Kolom,92,Terkini,622,Tokoh,5,Video,26,Wirausaha,4,Wisata,6,
ltr
item
Gentala Jambi: Pembangunan Berkelanjutan “Angin Segar” Bagi Peradaban
Pembangunan Berkelanjutan “Angin Segar” Bagi Peradaban
https://1.bp.blogspot.com/-r9yWiGd_XUs/XqglIyAp79I/AAAAAAAACXc/3XYBznbelOIVKeDRBEskR2N-NHJ0u37ywCLcBGAsYHQ/s1600/aa.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-r9yWiGd_XUs/XqglIyAp79I/AAAAAAAACXc/3XYBznbelOIVKeDRBEskR2N-NHJ0u37ywCLcBGAsYHQ/s72-c/aa.jpg
Gentala Jambi
https://www.gentala.id/2020/04/pembangunan-berkelanjutan-angin-segar.html
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/2020/04/pembangunan-berkelanjutan-angin-segar.html
true
8731269479639335939
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy