Perempuan Garis Keras, Berperan Bukan Baperan

Perempuan Garis Keras, Berperan Bukan Baperan Oleh: Siti Apriani Indah Pratama Dalam dunia ini tidak terlepas adanya kaum laki-la...

Perempuan Garis Keras, Berperan Bukan Baperan

Oleh: Siti Apriani Indah Pratama
Dalam dunia ini tidak terlepas adanya kaum laki-laki dan kaum perempuan yang menjadi penggerak di segala kehidupan. Adanya kaum laki-laki dan kaum perempuan menciptakan keharmonisan antara keduanya, namun sejalan beriring nya waktu mengalami sebuah perubahan. Adanya peristiwa saling menjatuhkan atau bahkan mencari jati diri siapa yang paling kuat. Yuk sekarang kita bahas lebih lanjut lagi!

Pandangan Terhadap Keberadaan Kaum Perempuan

Seiring dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi pun kian pesat. Antara kaum laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama sesuai dengan potensi masing-masing individu. Sebelum membahas perempuan zaman sekarang ini, ada perlunya kita sama-sama meninjau tentang keberadaan perempuan dari zaman dahulu, baik pra islam maupun pasca islam. Pada zaman dahulu, jauh sebelum datang nya islam, dunia telah mengenal dua peradaban besar yaitu Yunani dan Romawi dan dua agama besar yaitu Yahudi dan Nasrani. Sungguh kedudukan perempuan saat itu menjadi suatu kehinaan dan rendah. Mereka dianggap sebagai manusia tanpa kebebasan dan kemuliaan. Mereka menganggap perempuan hanya makhluk pendosa bagi kaum laki-laki.

Dalam peradaban Yunani, perempuan sangat dilecehkan dan dihinakan. Bagi kaum perempuan yang elit mereka hidup dengan damai di lingkungan istana. Sedangkan bagi kaum perempuan kalangan bawah mereka dianggap sebagai barang yang diperjualbelikan di pasar. 
Perempuan boleh dirampas haknya 
sehingga tidak diakui hak-haknya di mata negara. Sebagai contoh mereka beranggapan bahwa perempuan tidak perlu mendapat hak warisan dan tidak mempunyai hak untuk menggunakan dirinya sendiri. 

Dalam peradaban Romawi, perempuan berada pada kekuasaan ayahnya. Ketika perempuan sudah menikah maka kekuasaannya jatuh kepada suaminya secara mutlak dan kondisi ini berlangsung hingga abad keenam masehi. Ajaran agama Yahudi menganggap perempuan seperti barang warisan yang dapat diwariskan kepada keluarganya, jika suaminya telah meninggal. Mereka menempatkan martabat perempuan sebagai pelayan atau budak, sehingga ayahnya berhak untuk menjualnya. Dan mereka juga beranggapan bahwa perempuan tidak bisa mewarisi apapun kecuali jika ayahnya tidak punya anak laki-laki.

Ajaran agama Nasrani memiliki persamaan dengan ajaran agama Yahudi dalam menempatkan kaum perempuan di lingkungan masyarakat. Bahkan lebih kejam lagi, mereka menganggap perempuan hanya sebagai makhluk pendosa, pangkal dari kejahatan hal ini bersumber dari pengetahuan mereka tentang diusirnya Nabi Adam as dari surga. Mereka mengajarkan bahwa perempuan hanya sebagai pemuas bagi laki-laki.

Kemudian masuk pada zaman islamiyyah, setelah datangnya islam maka seluruh segi kehidupan umatnya diatur berdasarkan hukum ajaran islam yakni Al-qur’an sebagai sumber utamanya serta al-hadits sebagai dasar hukum yang kedua. Islam telah mampu mengangkat derajat kaum perempuan menjadi sejajar dengan kaum laki-laki. Islam memberikan derajat yang sama antara laki-laki dan perempuan dalam hal pahala dan derjat mereka di sisi Allah SWT.  Sebagai wujud penghormatan islam terhadap kaum perempuan, sampai-sampai dalam hal bergaul, berhias dan berpakaian pun kesemuanya diliput dalam hukum Nya. Karena sesungguhnya semua anggota bilogis kaum perempuan adalah aurat yang harus ditutup, dipelihara dan dijaga kehormatannya. 

Laki-Laki dan Wanita dari Asal yang Satu
Dalam QS. 4 : 11 yang berbunyi “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan darinya Allah menciptakan istrinya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu”. Adanya surah ini dalam Al-qur’an sudah menjelaskan bahwasanya manusia baik berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan itu diciptakan dari asal yang satu tidak menjadi suatu kemungkinan bahwa keduanya harus saling menjaga dan melindungi. Laki-laki dan perempuan pun diciptakan sebagai khalifah atau pemimpin dimuka bumi ini yang akan menjaga dan melestarikan disetiap sektor kehidupan maupun alam semesta.

Peran Perempuan Zaman Milenial
Melihat keberadaan perempuan dari zaman dahulu selalu dianggap rendah dan tidak memilki kebebasan ini menjadikan suatu motivasi yang bermunculan pada perempuan zaman sekarang. Meskipun perempuan dikenal sebagai makhluk yang “baperan” yaitu bawa perasaan tidak menjadikan suatu kegoyahan untuk tetap memunculkan eksistensinya kepermukaan bahwa perempuan juga bisa mengikuti perkembangan zaman. kalau kita lihat fenomena yang ada hari ini, sudah tak ada lagi pekerjaan pria yang tidak dapat dilakukan perempuan. Hal ini sangat bertolak belakang dengan perempuan tahun delapan puluhan, dimana perempuan hanya sebatas rumah dan pasar, sebuah lingkaran yang sangat sempit, karena perempuan dianggap mustahil dapat mengerjakan apa yang dikerjakan laki-laki dengan alasan lemah fisik dan mental. Namun saat ini bukan menjadi sesuatu yang mustahil karena kaum perempuan mempunyai kompetensi untuk melakukannya.

Banyak faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut, diantaranya kemajuan teknologi, pandangan hidup perempuan dan perkembangan budaya di dalam masyarakat. Saat ini, perempuan tidak lagi terbelenggu pada lingkaran kecil namun perempuan telah mampu menjadi pendobrak dan membuat lingkaran yang luas dan kokoh. Mereka selalu berusaha untuk mempertahankan eksistensinya dalam menunjukkan kemampuan dan keinginan untuk mencari dan memperoleh suatu hal baru serta membuat mereka dapat menghasilkan karya nyata sebagaimana yang dapat dilakukan pada kaum laki-laki.

Dewasa ini, kemampuan perempuan sudah tidak perlu dipertanyakan, yang berani mengungkapkan sesuatu baik melalui suara, gerak, ekspresi serta keterlibatan mereka dalam segala bidang. Keberadaan perempuan ibarat bunga yang sedang bermekaran karena memang sudah saatnya kaum perempuan sudah harus berani untuk tampil di muka umum dengan selalu mengasah ketajaman intelektual dan mengerahkan kemampuan yang dimiliki. Dan pada akhirnya kegiatan mereka inilah yang membawa respon positif dari kaum laki-laki. Contoh nyata kiprah sekaligus kemampuan kaum perempuan diambil dari segi politik. Dahulu sedikit sekali perempuan yang berkecimpung di dunia perpolitikan dan menjadi anggotan dewan MPR/DPR, menteri dan jabatan-jabatan lainnya. Namun sekarang ini semua bisa di duduki perempuan Indonesia. Kalau dahulu jabatan menteri yang dijabat perempuan hanya sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan, namun saat ini banyak jabatan menteri yang dijabat perempuan. Dahulu perempuan jarang sekali yang bekerja tapi sekarang sudah banyak sekali entah karena kebutuhan ekonomi atau sekedar mempertahankan eksistensinya.
Bicara tentang perempuan tidak akan ada hentinya, karena sesungguhnya perempuan diciptakan menjadi makhluk istimewa. Keistimewaan inilah yang seharusnya bisa dijadikan suatu penghormatan yang diberikan Allah kepada perempuan. Perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki itu artinya perempuan diciptakan untuk selalu membersamai, beriringan bersama dengan laki-laki, bukan tentang siapa yang paling kuat dan siapa yang paling lemah melainkan harus bisa melengkapi satu sama lain. Perbedaan perempuan dan laki-laki hanya terlihat pada sisi ketaqwaan nya kepada Sang Pencipta.

Bersyukur lah engkau sebagai perempuan
Jadilah bunga mawar yang indah
Jangan menjadi bunga di pinggir jalan
Yang bisa siapa saja memetiknya
Engkau sungguh istimewa
Jangan bunuh jati dirimu hanya karena cinta
Belajarlah terus bersyukur atas kemampuan dirimu 
Terus lah berjuang dan jangan pernah menyerah
Jadilah perempuan yang berperan bukan baperan
Perempuan garis keras!

Siti Apriani Indah Pratama ( Kader Kom. FIP UMJ )
Name

Grafis,2,Headline,638,jejak,6,Kolom,91,Terkini,615,Tokoh,5,Video,26,Wirausaha,4,Wisata,6,
ltr
item
Gentala Jambi: Perempuan Garis Keras, Berperan Bukan Baperan
Perempuan Garis Keras, Berperan Bukan Baperan
https://1.bp.blogspot.com/-7cD0C0Rc2ig/XpRH2vI4iMI/AAAAAAAACLI/4Nmd3I54ZUYhPcufv__Bbsv0X7sCzuuigCLcBGAsYHQ/s320/IMG_20200413_180207.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-7cD0C0Rc2ig/XpRH2vI4iMI/AAAAAAAACLI/4Nmd3I54ZUYhPcufv__Bbsv0X7sCzuuigCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG_20200413_180207.jpg
Gentala Jambi
https://www.gentala.id/2020/04/perempuan-garis-keras-berperan-bukan-baperan.html
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/2020/04/perempuan-garis-keras-berperan-bukan-baperan.html
true
8731269479639335939
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy