Pilkada Desember Terlalu Dipaksakan

Pilkada Desember Terlalu Dipaksakan Oleh : Mochammad Farisi, LL.M (Ketua KOPIPEDE Prov. Jambi) RDP tersebut mengingkari kesepakatan ...

Pilkada Desember Terlalu Dipaksakan

Oleh :

Mochammad Farisi, LL.M (Ketua KOPIPEDE Prov. Jambi)

RDP tersebut mengingkari kesepakatan mereka sendiri, yang mana pada tanggal 14 April lalu telah dilaksanakan RDP dimana kesimpulannya akan melaksanakan rapat kerja setelah masa tanggap darurat berakhir yaitu tanggal 29 Mei 2020, namun tanggal 27 mereka sudah rapat dan menyimpulkan pilkada tetap dilaksanakan 9 Desember, mengapa terburu-buru, ada apa?

Bila melihat klausula menimbang dan Pasal 201A (1) di Perppu No. 2 Tahun 2020, pilkada ditunda akibat adanya pandemi global Covid-19 dan bencana nasional nonalam serta dalam rangka penanggulangan peyebaran pandemi Covid-19. Pasal 201A (3) juga menjelaskan pilkada lanjutan Desember 2020 ditunda dan dijadwalkan kembali apabila bencana pandemi Covid-19 belum berakhir.

Faktanya sampai saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir, WHO belum mencabut status pandemi global dan di Indonesia angka kasus positif justru terus bertambah. Berdasarkan Keppres No. 12 Tahun 2020 & SE Gugus Tugas Covid-19 No. 6 Tahun 2020, Indonesia masih dalam status bencana nasional nonalam Covid-19, dan juga Indonesia masih dalam status kedaruratan kesehatan masyarakat Covid-19 berdasarkan Keppres No. 11 Tahun 2020.

Artinya kesimpulan RDP hari ini (27/05) justru bertentangan dengan maksud dikeluarkannya Perppu itu sendiri dan terkesan memaksakan pilkada ditengah wabah, terlalu beresiko!. Perlu diingat tragedi Pemilu 2019 kemarin, 894 petugas meninggal dunia dan 5.175 petugas mengalami sakit akibat kelelahan dalam proses putungsura, sedangkan pilkada tahun ini ancaman lebih nyata, yaitu virus yang tak kasat mata.

Pemerintah memang sedang membangun sikap optimisme/percaya diri dengan istilah“normal baru”, bahwa kita juga bisa melaksanakan pilkada dalam kondisi wabah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, namun optimisme juga harus melihat fakta riil dilapangan bahwa tingkat kedisiplinan masyarakat kita rendah.

Buktinya masih banyak warga tidak memakai masker, social/psycal distancing di fasilitas public seperti pasar tidak diterapkan, masih banyak warga yang nekat mudik, dsb.

Hampir semua tahapan pemilu melibatkan kontak fisik bahkan kerumunan masyarakat, seperti petugas PPDP melakukan coklit, verifikasi factual, rakor, raker, sosialisasi, kampanye, penyiapan logistic, putungsura di TPS, dsb. Semua kondisi tersebut sangat riskan tertular, siapa yang menjamin dan bertanggung jawab bila ada klaster Pilkada?

Berdasarkan hasil diskusi kami dengan rekan-rekan Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi (KPPD) se-Indonesia, pelaksanaan pilkada dibulan Desember ini terlalu beresiko! Kebetulan anggota KPPD juga banyak yang menjadi penyelenggara ditingkatan bawah, secara psikologis mereka merasakan tidak tenang, ada rasa takut berinteraksi karena khawatir akan tertular.

Namun itulah demokrasi, opini, masukan dan teriakan masyarakat sipil tidak selalu diakomodir. Akhirnya wakil rakyat dan pemerintahpun telah membuat keputusan. Meskipun tidak setuju, lantas apakah kita ngambek dan bilang #IndonesiaTerserah? tentu tidak! maka tugas kita hari ini adalah mengawal sebaik mungkin pelaksanaan “pilkada baru” dimana protokol kesehatan diterapkan dengan disiplin tinggi dan menjaga substansi penyelenggaraan dan hasil pilkada yang berkualitas.

Mengenai angaran? Penambahan anggaran untuk alat protokol kesehatan seperti APD, masker, sarung tangan, sabun cuci, tissue anti septik, pelindung wajah, cairan disinfektan dll bisa disiasati dengan penghematan kegiatan-kegiatan rakor/raker/sosialisasi yang biasanya dilakukan di hotel, bisa dilakukan secara daring, sehingga apabila ada penambahan anggarapun tidak terlalu membebani APBN.

Edukasi tentang pentingnya pilkadapun harus tetap dilakukan dengan memperbanyak MoU dengan dinas pendidikan dan perguruan tinggi untuk menyisipkan materi tetang pemilu pada pelajaran/matakuliah kewarganegaraan atau pancasila. Kemudian juga bisa membentuk Relawan Edukasi Daring Kepemiluan yang bertugas mengedukasi masyarakat melalui media social tentang hakekat dari pilkada, supaya partisipasi tetap tinggi dan berkualitas.
Name

Grafis,2,Headline,677,jejak,6,Kolom,98,Terkini,654,Tokoh,5,Video,26,Wirausaha,4,Wisata,6,
ltr
item
Gentala Jambi: Pilkada Desember Terlalu Dipaksakan
Pilkada Desember Terlalu Dipaksakan
https://1.bp.blogspot.com/-xFbCR0Khe9g/Xs8a5rmI50I/AAAAAAAACkQ/0LNsKFUK8Zsj_t4YtxUje14zO693Yr6JgCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20200528-WA0005.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-xFbCR0Khe9g/Xs8a5rmI50I/AAAAAAAACkQ/0LNsKFUK8Zsj_t4YtxUje14zO693Yr6JgCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20200528-WA0005.jpg
Gentala Jambi
https://www.gentala.id/2020/05/pilkada-desember-terlalu-dipaksakan.html
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/
https://www.gentala.id/2020/05/pilkada-desember-terlalu-dipaksakan.html
true
8731269479639335939
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy